Media Prancis, ViralMag, Jumat (6/12/2024) dalam salah satu artikelnya mempertanyakan kondisi Suriah, pasca-Bashar Assad, apakah akan sama seperti kondisi Libya pasca-Muammar Gaddafi?
"Setiap saat kekhawatiran akan tenggelamnya Suriah, ke dalam kerusuhan, dan perpecahan di negara ini, semakin besar," tulis media Prancis itu.
ViralMag, menjelaskan bahwa para petempur asing, membantu pemberontak bersenjata di Suriah. Menurutnya, Suriah setelah jatuhnya Assad, akan berubah menjadi negara yang terbagi-bagi wilayahnya.
Ditambahkannya, kelompok-kelompok pemberontak akan berebut kekuasaan, dan ini adalah mimpi buruk besar yang akan membawa banyak dampak bagi negara-negara kawasan termasuk pengungsian penduduk, ketidakamanan, dan krisis.
ViralMag, menjelaskan, di sisi lain sepertinya masyarakat internasional lumpuh, dan upaya-upaya diplomasi untuk mencapai mekanisme politik di Suriah, akan gagal.
Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah, Minggu dinihari mengumumkan masuknya kelompok pemberontak bersenjata ke Damaskus, dan keluarnya Presiden Bashar Assad, dari negara itu, menandai kejatuhan pemerintahan Suriah. (HS)
342/