8 Juli 2024 - 14:56
Tak Hanya di Dalam Negeri, AS Sebarluaskan Kekerasan di Dunia

Parstoday – Akibat penembakan yang terjadi di sebuah pesta jalanan di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, 21 orang terbunuh dan terluka.

Gun Violence Archive, GVA, sebuah organisasi non-profit di AS, yang mencatat setiap kekerasan bersenjata yang terjadi di negara itu mengatakan, di tahun 2023, terjadi lebih dari 40.000 kematian akibat senjata api di AS.

Kenyataannya, upaya apa pun untuk membatasi kepemilikan dan penggunaan senjata api di AS, selalu mendapat penentangan dari para politisi, dan lobi-lobi industri senjata.

Dalam kasus terbaru kekerasan bersenjata di AS, kepolisian Michigan mengumumkan terjadinya penembakan pada hari Minggu dinihari di kota Detroit, yang menyebabkan dua orang terbunuh, dan 19 lainnya terluka.

Menurut keterangan polisi AS, informasi awal menyebutkan bahwa dalam insiden penembakan ini, para korban mengalami cedera di berbagai bagian tubuhnya.

Di sisi lain, pada hari Sabtu lalu juga terjadi penembakan di malam hari di negara bagian Kentucky, timur AS, yang menyebabkan lima orang terbunuh, dan tiga lainnya terluka.

Pada saat yang sama, kepolisian AS, baru-baru ini menembak mati seorang remaja berusia 13 tahun di New York, dengan senjatanya.

Para pejabat pemerintah AS, mengumumkan, alasan penembakan yang dilakukan polisi adalah karena remaja yang bernama Nyah Mway, tersebut, membawa senjata, tapi ternyata kemudian terbukti bahwa itu hanya senjata mainan.

Kepolisian AS, mengaku keliru telah melepaskan tembakan ke arah reamaja 13 tahun itu karena senjata mainan yang dibawanya sangat mirip dengan senjata asli.

Penembakan mati yang dilakukan polisi AS, terhadap remaja asal Myanmar, tersebut telah menyebabkan demonstrasi luas di kota Utica. Menurut kabar terakhir, para polisi yang terlibat dalam pembunuhan Nyah Mway, diminta mengambil cuti dengan bayaran.

Para pejabat AS mengatakan, akibat penembakan dan kekerasan fisik di hari libur Hari Kemerdakaan AS, 4 Juli lalu, sedikitnya 33 orang di seluruh penjuru AS, terbunuh, dan puluhan lainnya terluka.

Hasil jajak pendapat Kaiser Family Foundation, KFF, di AS, menunjukkan dari setiap lima orang di AS, seorang di antaranya pernah diancam menggunakan senjata, dan pernah mengalami kekerasan bersenjata.

Setiap tahun ribuan orang di AS, terbunuh dan terluka akibat insiden-insiden penembakan di berbagai wilayah negara ini.

Laporan-laporan resmi menyebutkan terdapat sekitar 270-300 juta pucuk senjata api di AS, artinya kurang lebih setiap orang memiliki satu senjata di negara ini.

Masalah yang sama sekali tidak boleh diabaikan bahwa AS di arena internasional juga ternyata berusaha menyebarluaskan kekerasan seperti yang terjadi di dalam negerinya.

Oleh karena itu, di manapun ada AS, maka di sana akan tampak jejak kekerasan, pembunuhan, dan perang. Keuntungan terbesar dari strategi semacam ini diraup oleh perusahaan-perusahaan besar pembuat senjata di AS. (HS)