Brigade Al Ayyash, Minggu (10/9/2023) pagi mengumumkan telah
menyerang distrik Zionis, Ram-On, di wilayah Ta'anakh, di selatan Lembah
Jezreel, dengan roket Qassam-1.
Menurut Brigade Al Ayyash, di tengah kondisi keamanan yang sulit,
kelangkaan fasilitas, dan pembatasan keamanan ketat, perlawanan akan
tetap berlanjut, dan Tepi Barat akan berubah menjadi neraka bagi para
penjajah.
Kelompok perlawanan afiliasi Hamas ini menjawab laporan media-media
Rezim Zionis, terkait penangkapan anggota-anggotanya, dan menegaskan,
"Tidak ada satu pun pejuang kami yang tertangkap, bahkan teridentifikasi
pun tidak, oleh Israel."
Ditambahkannya, apa yang dipropagandakan oleh para penjajah terkait
penangkapan anggota Brigade Al Ayyash, adalah upaya mempromosikan
sebuah kemenangan fiktif untuk menutupi kekalahan, dan menjaga kesetiaan
para pendukung sayap kanan ekstrem.
"Para tahanan Palestina layaknya Masjid Al Aqsa, adalah garis merah
kami, kami tidak bisa tinggal diam, dan para pejuang Palestina, akan
menunjukkan reaksinya pada waktu yang tepat," ujarnya.
Brigade Al Ayyash, bulan lalu juga melancarkan serangan roket ke
distrik Zionis, Shaked, di utara Tepi Barat yang diduduki Rezim Zionis.
(HS)
342/