Iron Dome adalah sistem pertahanan yang dibangun oleh rezim Zionis untuk menangani rudal jarak menengah dan jarak pendek. Kinerja sistem pertahanan udara Zionis, meskipun biaya produksinya sangat tinggi, baru-baru ini menjadi polemik di internal Israel sendiri.
Media Israel mengutip laporan Institut Zionis, Technion hari Sabtu (14/1/2023) mengumumkan sebuah penelitian bahwa tentara yang ditempatkan di sistem Iron Dome lebih tinggi berpotensi mengalami kanker akibat paparan radiasi radar dan sistem elektronik.
Menurut laporan ini, Moran Deitch, seorang peneliti di Universitas Bar Ilan di bidang hubungan internasional, yang merupakan pendiri lembaga untuk membantu pasien kanker, memperhatikan fakta yang mengkhawatirkan bahwa banyak pasien kanker yang rutin mengunjungi institusi ini berasal dari tentara yang bertugas di fasilitas Iron Dome.
Lembaga Zionis ini mengumumkan bahwa sejumlah tentara mengajukan konfirmasi penyakit mereka ke Kementerian Perang Israel, tetapi permintaan mereka ditolak dengan alasan penyakit mereka tidak terkait dengan pekerjaannya Laporan tersebut menambahkan bahwa enam tentara Zionis yang mengoperasikan Iron Dome meninggal karena kanker.
Bersamaan dengan penelitian akademik, tentara juga secara serius mulai meneliti masalah ini dalam beberapa tahun terakhir.
Departemen medis angkatan bersenjata Israel melakukan riset terhadap, semua tentara yang ditempatkan di Iron Dome dari tahun 2009 hingga 2018, serta ribuan tentara front domestik mengenai potensi kanker mereka dan kaitannya dengan lokasi penempatan kerja.
Hasil yang diperoleh dari penelitian selama satu dekade menunjukkan bahwa 13 prajurit yang ditempatkan di Iron Dome didiagnosis menderita kanker, dengan perbandingan satu dari setiap 330 prajurit didiagnosis menderita penyakit ini. Sedangkan untuk unit lain adalah satu banding 400 orang.(PH)
342/