Arabnews, Rabu (28/9/2022) melaporkan, pemerintah Amerika Serikat mengecam serangan IRGC ke markas teroris separatis di utara Irak. "Kami mengecam ancaman Iran untuk melancarkan operasi baru terhadap wilayah Kurdistan Irak," kata pemerintah Washington. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga menuduh Iran telah melanggar kedaulatan wilayah Kurdistan, Irak dengan serangan rudal dan drone-nya. Dalam keterangan yang disampaikan Juru bicara Deplu AS, Ned Price disebutkan, "Kami akan berdiri bersama masyarakat Irak, di hadapan kelancangan yang dilancarkan terhadap mereka." Pangkalan pertahanan Hamzeh Seyyed Al Shohada, Angkatan Darat IRGC, Rabu melancarkan serangan rudal presisi dan drone bunuh diri ke sejumlah markas kelompok teroris di utara Irak. Serangan tersebut dilakukan untuk membalas aksi teroris sebelumnya yang mengirim senjata dan tim bersenjata ke wilayah perbatasan Iran, untuk menciptakan kekacauan. (HS)
342/