12 Februari 2022 - 10:20
Batalion Syuhada Al-Quds Siaga Hadapi Perang Baru Lawan Rezim Zionis

Batalion Syuhada Al-Aqsa, sayap militer gerakan Fatah di Tepi Barat memerintahkan pasukan mereka untuk siaga dalam pertempuran terbuka secara massal melawan rezim Zionis.

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Palestina Al-Youm hari Jumat (11/2/2022) melaporkan, Batalion Syuhada Al-Aqsa dalam konferensi pers di Nablus menyatakan bahwa mobilisasi massa akan dimulai sebagai reaksi terhadap pembunuhan tiga pemuda Palestina yang gugur oleh tentara rezim Zionis.

Batalion Syuhada Al-Aqsa juga meminta pejabat Otoritas Palestina untuk membatalkan Kesepakatan Oslo dengan rezim Zionis karena peristiwa yang terjadi.

Tentara rezim Zionis pada hari Selasa menembaki sebuah mobil di kota Nablus, dan membunuh tiga penghuninya, yang merupakan pemuda Palestina, serta menangkapi yang lain.

Setelah kejahatan itu, kelompok perlawanan Palestina mengumumkan berkabung nasional di Tepi Barat, menyerukan pemogokan umum dan ancaman akan membalas darah tiga syuhada Palestina.

Perdana Menteri Rezim Zionis ketika itu, Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat selaku Kepala Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menandatangani Kesepakatan Oslo di Washington pada 13 September 1993. 

Berdasarkan perjanjian ini, kedua pihak akan saling mengakui satu sama lain, dan rezim Zionis melakukan penarikan bertahap dari Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Setelah bertahun-tahun perjanjian ini, rezim Zionis tidak pernah mematuhinya, bahkan Israel semakin agresif memperluas ekspansinya. Tujuan utama Israel menandatangani perjanjian ini untuk mengakhiri konflik puluhan tahun antara PLO dan Israel dan untuk melumpuhkan perlawanan bersenjata terhadap rezim Zionis.(PH)

342/