Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Olaf Scholz, Senin (7/2/2022) seperti dikutip RIA Novosti mengatakan, jika ketegangan antara Ukraina dan Rusia memburuk, maka mereka akan mengambil sejumlah langkah yang mengancam jalur pipa gas Rusia ke Eropa.
Ia menambahkan, "Jerman sudah menyerahkan 5.000 helm keamanan militer ke Ukraina, sementara persediaan persenjataan sangat terbatas."
"Pertama, Ukraina meminta helm keamanan, dan kami memenuhinya. Kedua, ada standar ketat ekspor terkait pengiriman senjata ke zona konflik yang harus kami patuhi. Pembatasan ekspor Jerman terkait senjata yang diterapkan pemerintahan terdahulu, masih tetap berlaku sampai sekarang," paparnya.
Duta Besar Ukraina untuk Jerman beberapa kali meminta dimulainya pengiriman senjata pertahanan, akan tetapi pemerintah Jerman mengumumkan bahwa senjata negara itu tidak akan dikirim ke zona konflik. (HS)
342/