Menurut Kantor Berita ABNA, Ketua Majelis Ulama India Syaikh Sayid Kalb Javad Naqavi dalam perjalanannya ke Iran mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani di Kantor Pusat Forum Internasional Ahlulbait as di Tehran, ibukota Republik Islam Iran pada Sabtu (30/10).
Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah Ramezani menekan pentingnya India dalam segala hal. Ia berkata, "India adalah negara penting. Sebuah negara surgawi dengan beragam manusia dan agama tinggal dan hidup di sana. Karena itu, India harus dijaga kedamaiannya. Toleransi antar umat beragama di India harus terus dipertahankan dan ditingkatkan."
Mengacu pada jasa alim ulama India terhadap Islam, Ayatullah Ramezani menambahkan, " "Kepribadian ulama dan cendekiawan India seperti Mir Hamed Hussein telah memiliki jasa besar untuk Islam dan juga dalam menjaga hubungan India dan Iran yang memang telah memiliki ikatan budaya yang sudah sangat tua."
Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as lebih lanjut menyebut kolonialisme telah menjadi hambatan terbesar bagi hubungan budaya antara negara-negara Muslim, terutama dengan sulitnya umat Islam mengenal maktab Ahlulbait as dengan baik dan benar. Ia berkata, "Kita harus memperkenalkan maktab Ahlulbait asdengan cara yang paling komprehensif. Imam Ridha as pernah berkata kepada salah satu sahabatnya, bahwa rahmat Allah kepada mereka yang menghidupkan kembali ajaran-ajaran Ahlulbait as. Karena itu, semoga Allah merahmati orang-orang seperti anda yang sedang menghidupkan kembali perjuangan Ahlulbait as."
Selanjutnya Ayatullah Ramezani menekankan perlunya lebih memperhatikan India. Ia berkata, "untuk menyajikan wacana mendiang Imam Khomeini, kita harus mendefinisikan kembali Islam. Masyarakat manusia yang haus akan Islam yang komprehensif dan akurat, dan jika Islam diperkenalkan dengan baik, kecenderungannya akan meningkat dan masyarakat akan menerimanya."
Ayatullah Ramezani menambahkan, "Peran ulama dan muballigh dalam menyebarkan mazhab Ahlulbait as efektif dan penting karena para ulama dan ulama telah mendedikasikan diri mereka untuk Islam dan untuk pengajaran dan penyebaran ajaran-ajaran maktab Ahlulbait as."
Ulama dari Hauzah Ilmiah Iran ini juga menyebut perlawanan terhadap arogansi negara-negara adikuasa sebagai salah satu konsep asli ajaran Islam. Ia berkata, "Ahlulbait as telah mengajarkan kita bahwa dominasi penindas tidak boleh dibiarkan meluas dan orang yang tidak bersalah dan tertindas harus mendapat pembelaan dan pertolongan."
Mengacu pada pentingnya menyebarkan pemikiran Ahlulbait as di dunia maya, terutama bagi kaum muda, Ayatullah Ramezani mengatakan, "Ada banyak generasi muda di India dan lebih banyak perhatian harus diberikan pada pendidikan agama mereka."
Ia juga mengatakan, "Selain penggunaan mimbar masjid untuk dakwah kita juga harus aktif memanfaatkan tekhnologi informasi di dunia maya; Ada kebutuhan untuk mengembangkan platform dan lebih memperhatikan dunia maya."
Dalam pertemuan tersebut, Sayyid Kalb Javad Naqvi berkata, "India sangat luas dengan jumlah penduduk yang sangat banyak. Kota-kotanyapun berjauhan sehingga komunikasi menjadi sulit. Namun dengan Internet dan dunia maya, komunikasi menjadi lebih mudah."
Lebih lanjut, ulama India ini mengeluhkan sebagian kelompok pembenci pengikut Ahlulbait as di India yang menggunakan mimbar-mimbar masjid untuk memprovokasi umat dengan mengangkat isu-isu ikhtilaf yang berpotensi menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Ia menyebut media sosial juga dimanfaatkan kelompok takfiri dengan membuat konten palsu, sehingga tidak jarang konten hoax tersebut memicu kerusuhan dan kekerasan atas nama agama di India.
Terkait keluhan tersebut, Ayatullah Ramezani menanggapi dengan berkata, "Mimbar dan ulama harus memperkenalkan ajaran Islam dengan benar melalui penelitian dan kajian intensif. Beberapa muballigh terkadang salah dengan menekankan cinta Ahlulbait as namun mereka abai dalam membimbing umat untuk melakukan ketaatan, seolah-olah pengakuan cinta sudah cukup. Padahal, iman dan cinta harus berjalan beriringan."
"Kita harus mengungkapkan ajaran Ahlulbait as di mimbar-mimbar masjid dan pengajian dengan lebih massif lagi, begitu juga di media-media sosial. Bahwa Ahlulbait as merekomendasikan dan menekankan keselarasan iman dan tindakan. Para alim ulama dan muballigh harus bersikeras pada prinsip-prinsip yang ditekankan oleh para Imam as untuk mencegah terjadinya penyimpangan di tengah-tengah masyarakat."
Mengenai peran musuh Islam dalam menciptakan perpecahan di antara umat Islam, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as mengatakan, "Inggris menggunakan kekuatan dan mimbar yang tidak dipelajari di negara-negara Muslim untuk menyebabkan perselisihan di antara mereka. Arus kolonial lama memiliki peran dan pengaruhnya sendiri yang kontroversial, dan para ulama harus waspada terhadap konspirasi musuh."
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Sayid Sayyid Kalb Jawad. Ia berkata, "Beberapa agen Amerika Serikat, Inggris dan Israel di India dan Pakistan yang didukung dan didanai dengan dana yang sangat besar telah menciptakan perselisihan antara Syiah dan kelompok Sunni, sehingga agenda persatuan Islam menjadi sulit."