Menurut Kantor Berita ABNA, Berdasarkan pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum, KPU Iran, Sayid Ebrahim Raisi dengan perolehan 17.926.345 suara pada kontestasi pemilu presiden hari Jumat 18 Juni 2021, ditetapkan menjadi pemenang pilpres ke-13 negara ini.
Dalam pernyataan perdananya seusai terpilih menjadi Presiden Iran yang baru, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan, orang yang menang dalam pilpres Iran, terpilih berdasarkan prinsip demokrasi relijius, ia adalah pilihan seluruh rakyat dan pelayan seluruh warga.
Raisi mengatakan, "Sebagaimana sebelumnya saya terjun ke dalam pilpres ini secara independen, maka saya akan membayar dukungan suara tinggi dan kepercayaan luar biasa Anda, saya akan membentuk sebuah pemerintahan yang banyak bekerja, revolusioner dan antikorupsi, kami akan menggerakkan pemerintahan ini ke arah penegakkan keadilan sebagai tugas inti Revolusi Islam."
Presiden terpilih Iran sebelum menang pemilu dalam sebuah wawancara menuturkan, "Kerakyatan, antikorupsi, dan penuh semangat revolusi merupakan tiga tolok ukur untuk memilih pejabat pemerintahan saya nanti. Semua harus tahu pemerintahan rakyat tidak akan pernah bisa menolerir praktik korupsi, dan kami tidak akan membiarkan praktik korupsi terjadi di bagian mana pun di dalam lembaga pemerintahan Iran."
Saat mendaftarkan diri dalam pilpres Iran ke-13 Raisi juga mengatakan, "Jelas, rakyat tidak puas dengan kondisi pemerintahan dan ekonomi yang ada, selain tidak revolusioner, juga tidak memenuhi tuntutan rakyat, dan tidak mampu menyelesaikan masalah bersama, kita harus benar-benar berkomitmen pada perubahan mendasar dalam jalur pengelolaan lembaga eksekutif negara sehingga lebih berpihak kepada rakyat, dan dalam waktu dekat dampak buruk ketidakadilan, dampak kondisi yang sakit, dan dampak kontroversi serta kesibukan mengurusi masalah-masalah yang tidak penting, akan berubah menjadi rasa manis dan memenuhi tuntutan keadilan."
342/