Menurut Kantor Berita ABNA,Ned Price seperti dikutip situs resmi Deplu AS, Senin (10/5/2021) dalam konferensi persnya mengatakan, “Selain mendesak semua pihak untuk menurunkan ketegangan, kami juga mengakui legitimasi Israel, mengakui hak Israel untuk membela diri, dan hak untuk membela rakyat dan wilayahnya.”
Ia menambahkan, “Lebih luas lagi, kami sangat prihatin atas situasi di Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza termasuk bentrokan di Jerusalem (Al Quds) yang menyebabkan korban bertambah sampai 180 orang, serta penembakan roket dari Gaza dan ancaman serangan roket berikutnya.”
Jubir Deplu AS juga menyambut langkah yang diambil Israel untuk menunda keputusan terkait penggusuran wilayah Sheikh Jarrah di kota Al Quds. (HS)
342/