Menurut Kantor Berita ABNA, The Guardian, Rabu (5/5/2021) melaporkan, kini AS harus berhadapan dengan tanggung jawab berat karena telah mengklaim diri sebagai negara terdepan yang membela demokrasi di dunia, pasalnya hasil sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan AS dilihat di seluruh dunia sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi dibanding Rusia dan Cina.
Hasil jajak pendapat itu menyebutkan ketidakadilan sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi, tapi di AS hal itu ditambah dengan kekuatan besar korporasi teknologi yang turut menjadi tantangan bagi demokrasi.
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Alliance of Democracies Foundation terhadap 50.000 responden yang tersebar di 53 negara dunia.
Dalam temuan yang mungkin paling mengejutkan, hampir setengah responden atau 44 persen yang disurvei di 53 negara mengkhawatirkan ancaman AS terhadap demokrasi di negara mereka, sementara kekhawatiran atas ancaman Cina, 38 persen dan Rusia, 28 persen.
Sejak tahun 2020, persepsi publik terkait pengaruh AS yang mengancam demokrasi di seluruh dunia mengalami peningkatan signifikan. (HS)
342/