Menurut Kantor Berita ABNA, Washington Post, Selasa (20/4/2021) menulis, selama perundingan nuklir Wina, Iran terus mendesak agar AS melangkah lebih dulu untuk kembali melaksanakan komitmen JCPOA.
Iran juga, katanya, meminta pencabutan seluruh sanksi yang diterapkan ulang oleh pemerintah Donald Trump setelah menarik keluar AS dari JCPOA, selain itu Iran menuntut pencabutan 1.500 sanksi baru yang dijatuhkan Trump.
Washington Post menulis, “Menurut pejabat yang terlibat dalam perundingan nuklir Wina, baik Iran maupun pemerintah Joe Biden, yang awalnya mendesak Iran melangkah lebih dulu, sedang bergerak menuju langkah-langkah simultan dan berurutan.”
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan pada acara Fox News Sunday mengatakan, telah dicapai kesepahaman baru dalam perundingan Wina yang memusatkan perhatian pada “kepatuhan untuk kepatuhan”. (HS)
342/