Menurut Kantor Berita ABNA, Haaretz, Selasa (30/3/2021) malam dalam artikel yang ditulis Alon Pinkas menulis, Kemitraan Strategis Komprehensif Iran-Cina menjadi bukti lain dari kekalahan strategis mantan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut Pinkas, pada saat yang sama, kerja sama strategis Iran dan Cina menjadi bukti gagalnya kebijakan luar negeri AS dan Israel.
Ia menambahkan, Benjamin Netanyahu merupakan salah satu pendukung kebijakan tekanan maksimum yang diterapkan Trump terhadap Iran, namun Iran sekarang sudah menyimpan uranium terkayakan, 12 kali lipat lebih besar dari apa yang disepakati dalam perjanjian nuklir, Iran juga menandatangani kesepakatan strategis dengan Cina, dan menempatkan pasukan proksi di selatan Dataran Tinggi Golan, dekat perbatasan Israel. (HS)
342/