27 Februari 2021 - 13:33
Pelapor PBB Desak AS Sanksi Mohammad bin Salman

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seraya mengisyaratkan laporan Kantor Direktur Intelijen Nasional AS terkait peran Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman di pembunuhkan Jamal Khashoggi menutut penjatuhan sanksi kepada pejabat Saudi ini.

Menurut Kantor Berita ABNA, Agnes Callamard di statemennya meminta Gedung Putih bukan saja memblokir aset Bin Salman, tapi juga menjatuhkan sanksi terhadap interaksi internasionalnya.

"Pengusiran mereka yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dari arena internasional merupakan langkah penting menuju keadilan dan mengirimkan pesan yang kuat kepada mereka yang berniat melakukan kejahatan serupa," tambah Callamard.

Ia juga meminta pemerintah Joe Biden untuk menjamin bahwa seluruh perincian kejahatan yang ada diungkap secara penuh.

Kantor Direktur Intelijen AS hari Jumat (26/2/2021) merilis laporan non rahasia atas pembunuhan Khashoggi. Laporan ini menyebutkan, "Kami mengevaluasi bahwa Mohammad bin Salman mengesahkan operasi di Istanbul, Turki untuk menangkap atau membunuh Jamal Khashoggi."

Jamal Khashoggi dibunuh secara sadis di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Pemerintah Arab Saudi selama 18 hari bungkam dan mengingkari pembunuhan Khashoggi, hingga akhirnya laporan pemerintah Turki dan Dinas Rahasia AS (CIA) membuktikan Jamal Khashoggi dibunuh atas instruksi langsung Mohammad bin Salman. (MF)

342/