Menurut Kantor Berita ABNA, Saeed Khatibzadeh di akun Twitternya menulis, Netanyahu geram karena kehilangan sahabat setianya di Gedung Putih dan mulai menebar kebohongan yang penuh kebencian untuk propaganda anti Iran.
"Sangat menyakitkan bagi Netanyahu ketika konspirasi anti Irannya sia-sia," ungkap Khatibzadeh.
Ia mengingatkan, "Dari menyelamatkan orang Yahudi dalam sejarah hingga menentang penjajahan, Iran selalu memerangi penindas. Sejarah tidak berbohong." (MF)
342/