Menurut Kantor Berita ABNA, Meski ada perang ekonomi yang dipaksakan AS kepada Iran, pemerintah Tehran menunjukkan kinerja positif dan sukses dalam mengontrol pandemi COVID-19," tulis Majid Takht-e Ravanchi di tweetnya Senin (18/1/2021) seperti dilaporkan IRNA.
Seraya mengisyaratkan statemen terbaru Presiden terpilih AS Joe Biden dan petinggi kebijakan luar negerinya terkait kembalinya Washington ke JCPOA, Takht-e Ravanchi menambahkan, "Kami tidak tergesa-gesa memutuskan kinerja presiden baru Amerika terkait bahwa apakah ia akan menjalankan janjinya dan menghapus kebijakan tak manusiawi represi maksimum Donald Trump dengan mencabut seluruh sanksi atau tidak?"
Presiden AS Donald Trump 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir ini dan memulihkan kembali sanksi nuklir kepada Tehran.
342/