13 Juli 2020 - 08:28
Pertemuan Virtual Rahbar dan Anggota Parlemen ke-11; Penekanan pada Tanggung Jawab dan Harapan dari Parlemen

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pertemuan virtual hari Ahad (12/07/2020) pagi dengan anggota Majlis Syura Islami menyebut parlemen ke-11 sebagai "manisfesasi harapan dan penantian rakyat".

Menurut Kantor Berita ABNA, Dalam pertemuan ini, Rahbar menyebutkan sejumlah karakteristik parlemen yang berpengaruh di berbagai bidang politik, ekonomi dan budaya negara itu lalu menyebut parlemen ke-11 sebagai parlemen terkuat dan paling revolusioner pasca Revolusi serta menambahkan, "Partisipasi pemuda penuh motivasi, iman, berkemampuan, berpendidikan serta efektif di samping sejumlah pemimpin revolusioner dan memiliki pengalaman memimpin serta sejumlah tokoh lainnya yang berpengalaman di parlemen membuat parlemen ke-11 menjadi parlemen sangat baik dan menjanjikan."

Menurut Pasal 63 UUD Republik Islam Iran; Majelis Syura Islami Iran memiliki masa jabatan empat tahun, dan wakil rakyat yang terpilih dalam setiap masa kegiatan mereka sebagai wakil rakyat secara umum dapat mengeluarkan undang-undang dalam batas-batas konstitusi dan memiliki hak untuk menyelidiki semua masalah negara.

Sebenarnya, para wakil rakyat memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan suara rakyat, sebagaimana ditentukan oleh undang-undang. Pemimpin Besar Revolusi Islam memberikan panduan dalam hal ini dan menasehati para anggota parlemen; menghargai posisi penting ini, jangka waktu empat tahun perwakilan adalah kesempatan yang baik untuk meletakkan dasar bagi gerakan umum negara dan untuk memiliki dampak besar pada proses penyelesaian masalah dan kemajuan serta masa depan Iran.

Kata-kata Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan virtual dengan para anggota parlemen menekankan poin-poin yang diperlukan untuk keberadaan parlemen yang berhasil, produktif, dan efektif dalam segala hal.

Yang pasti adalah bahwa prioritas parlemen ke-11 pasti untuk menanggapi tuntutan rakyat yang sah. Dalam situasi saat ini, di bidang ekonomi, masalah utama negara adalah "produksi, lapangan kerja, pengendalian inflasi, pengelolaan sistem moneter dan keuangan, dan kemandirian ekonomi negara dari minyak". Oleh karena itu, diharapkan bahwa periode legislatif yang baru, yang merupakan kombinasi dari sumber daya muda dan berpengalaman di berbagai bidang eksekutif dan tanggung jawab, akan menggunakan kapasitas dan kekuatan parlemen yang signifikan untuk memperhatikan prioritas negara dan kebutuhan dasar di tingkat tertinggi. Menekankan poin ini, Ayatullah Khamenei menganggap peran pengawasan parlemen sangat penting dan vital serta mengingatkan, "Peran ini harus dimainkan dengan bermartabat, bijaksana, dan menghindari masalah-masalah tidak penting." 

UUD Iran menekankan bahwa sistem Republik Islam didasarkan pada kehendak rakyat. Dalam konteks ini, rakyat telah datang ke tempat pemungutan suara secara bebas dan sukarela selama pemilihan, bahkan dalam keadaan sulit, selama perang yang dipaksakan, dan dalam situasi politik dan ekonomi yang sulit, serta memiliki perwakilan terpilih yang bertanggung jawab kepada rakyat dan harus menjawab berbagai harapan.

Seperti yang ditunjukkan oleh Pemimpin Revolusi dalam pidatonya, terlepas dari banyak masalah ekonomi; Iran memiliki potensi besar seperti persatuan dan solidaritas yang menjadi dasar kuat bagi ekonomi dan kekuatan pertahanan. Pemimpin Besar Revolusi Islam mengungkapkan fakta sejarah dan politik ini menyebut "partisipasi tepat waktu dan pengorbanan rakyat dalam melawan gelombang pertama Corona", "pelayanan besar rakyat di gerakan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan serta partisipasi luas mereka di acara tasyi jenazah Syahid Qasem Soleimani sebagai contoh dari kapasitas spiritual mendalam bangsa Iran.

Rahbar menambahkan, "Rakyat Iran dalam menghargai 'manifestasi kekuatan nasional dan jihad" dari Iran, yaitu Syahid Soleimani, menunjukkan bahwa mereka percaya dalam memerangi dan melawan arogansi serta memberikan penilian yang sangat tinggi bagi pahlawan nasional mereka."

Dari sudut pandang ini, kata-kata Pemimpin Besar Revolusi Islam dan instruksinya kepada Parlemen ke-11 menunjukkan jalan menuju kesuksesan dalam arah ini. Tidak diragukan lagi, parlemen, dengan komposisi dan selera apa pun, adalah tempat interaksi dan pemahaman bersama tentang berbagai masalah, dan kapan pun keduanya bersanding dan saling mendukung, maka hasilnya menguntungkan kepentingan dan kemajuan kekuatan negara Iran dalam menghadapi tekanan dan ancaman.

342/