Menurut Kantor Berita ABNA, Kantor berita Sputnik (22/6/2020) melaporkan, Kim Joon Rak, Senin (22/6) menegaskan, jika ada pesawat terbang di zona non-sipil dan melanggar kesepakatan militer komprehensif tahun 2018 yang ditandatangani dua Korea, maka Seoul siap melakukan langkah militer.
Pada hari Senin (22/6) kantor berita Korsel mengumumkan, Pyongyang siap menerbangkan 3.000 balon udara yang membawa 12.000 surat rahasia anti-pemerintah Korsel untuk membalas aksi serupa yang dilakukan Seoul.
Ketegangan dua Korea kembali memanas dipicu oleh aksi propaganda Korea Selatan di wilayah perbatasan kedua negara yang memancing protes dari Korea Utara. (HS)
342/