Menurut Kantor Berita ABNA, Situs berita Hawarnews (20/6/2020) mengutip Sky News melaporkan, Amr Moussa menuturkan, dalam tiga hari terakhir Turki mengirim pasukan ke tiga lokasi di negara Arab, ke utara Irak lewat serangan udara, ke utara Suriah lewat pasukan darat, dan ke Libya lewat udara, laut dan tentara bayaran.
Amr Moussa menambahkan, jadi kita sedang berhadapan dengan transformasi yang sangat berbahaya di kawasan, yang terbaru adalah kemampuan Turki mengirim pasukan ke lebih dari satu lokasi pada saat yang bersamaan.
"Turki lebih berbahaya dari Iran karena kemampuan startegisnya, Turki adalah anggota NATO, dan memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat," pungkasnya. (HS)
342/