(ABNA24.com) Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sabtu (15/2/2020) bertepatan dengan hari lahir Sayidah Fathimah Zahra, dalam pertemuan dengan ribuan pelantun syair Ahlul Bait as atau "maddah" menuturkan, tangisan di majelis duka syuhada adalah tangisan tekad, ketegasan dan ungkapan perasaan luhur seorang manusia pejuang.
Ia menambahkan, tangisan di majelis duka syuhada adalah perantara untuk mengungkapkan perasaan mulia, kekuatan dan keberanian.
Ayatullah Khamenei menjelaskan, komunitas maddah memiliki tugas yang berhubungan dengan perasaan masyarakat, baik sedih maupun senang, dan tradisi ini sudah tertanam sejak masa hidup para Imam Maksum as, hingga sekarang.
Rahbar menegaskan bahwa ajaran Ahlul Bait as merupakan senjata yang melindungi masyarakat dan sistem pemerintahan Islam.
"Para pemuda Iran harus dipersenjatai dengan senjata-senjata perang lunak yaitu kekuatan spiritual dan pemikiran," imbuhnya.
Menurut Rahbar, sebuah masyarakat yang tidak memiliki majelis duka, dan tidak memiliki tangisan ini, mengalami kekosongan dalam perasaannya, dan saya mendapat informasi bahwa mereka ingin mengisi kekosongan tersebut, tapi gagal, dan ini adalah pekerjaan para maddah.
.............
340