7 Januari 2020 - 19:27
Qassem Soleimani adalah Syahid Alquds

"Panglima yang syahid ini sepanjang usianya memberikan dukungan dan pembelaan pada kemerdekaan Palestina. Dia bertanggungjawab atas Korps Brigade Alquds. Dan saya katakan, saya menggelari panglima besar ini Syahid Alquds, Syahid Alquds, Syahid Alquds!".

Menurut Kantor Berita ABNA, Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniyah salah satu dari tokoh penting yang hadir dalam penyelenggaraan tasy'i jenazah Letnan Jenderal Qassem Soleimani bersama syuhada lainnya di kota Tehran Republik Islam Iran, Senin (6/1). Dalam sambutannya, ketua HAMAS ini mengatakan, "Panglima yang syahid ini sepanjang usianya memberikan dukungan dan pembelaan pada kemerdekaan Palestina. Dia bertanggungjawab atas Korps Brigade Alquds. Dan saya katakan, saya menggelari panglima besar ini Syahid Alquds, Syahid Alquds, Syahid Alquds!". 

Lebih lanjut Ismail Haniyah mengatakan, " Saya datang dari tanah Palestina. Saya datang dari tanah jihad ke Iran. Saya datang dari Alquds yang merupakan kiblat pertama kaum muslimin yang dari tempat tersebut Nabi Muhammad saw diperjalankan ke langit. Saya datang ke Iran untuk bertemu dan mengucapkan langsung selamat dan belasungkawa kepada Pemimpin tertinggi Iran Imam Ali Khamanei, pemerintah dan rakyat Republik Islam Iran serta keluarga besar dan putra-putra syahid dan semua unsur yang melakukan perlawanan terhadap plot Zionis dan Amerika Serikat."

Haniyah melanjutkan, "Kami hadir di sini dengan penuh persahabatan dan rasa tulus. Saudara kami yang mulia ini, dengan kepemimpinannya ia telah memberikan perjuangan yang banyak yang melahirkan kemenangan demi kemenangan sampai kami bisa menunjukkan kemampuan untuk bertahan."

Politisi Palestina dibagian lain orasinya mengutuk keras aksi teror yang dilakukan Amerika Serikat. Ia berkata, "Kejahatan berbahaya yang dilakukan AS ini menunjukkan karakter kejam dan jahat AS yang mendasari lahirnya  berbagai petaka  dan pertumpahan darah di tanah suci Palestina."

Ketua HAMAS juga berkata, "Kejahatan brutal ini sudah semestinya mendapat kecaman dan kutukan dari dunia internasional. Saya tegaskan poros perjuangan tanah suci Palestina tidak akan kalah dari semua bentuk konspirasi Zionis dan kelicikan AS di kawasan. Dan tidak diragukan lagi bahwa rezim penjajah ini akan terusir keluar dari tanah suci Palestina."

"Agenda perlawanan di tahah Palestina akan terus berlanjut dan tidak akan kami kendorkan. Dengan adanya teror ini maka perlawanan dan serangan kami akan meningkat. Dan jalan ini akan kami tempuh sampai kemerdekaan Alquds dan keinginan orang-orang merdeka di kawasan tercapai." Tegasnya lagi.

Pada bagian akhir orasinya, Haniyah mengatakan, "Resistensi di Lebanon berhasil meraih kemenangan, begitu juga di Jalur Gaza dan selanjutnya dalam peperangan mendatang menghadapi Zionis atas pertolongan Allah swt juga akan meraih kemenangan."

Disebutkan, dengan pasukan elit yang dipimpinnya, semasa hidupnya Letnan Jenderal Qassem Soleimani telah banyak memberikan bantuan kepada kelompok militan HAMAS dan Jihad Islam dalam berhadapan dengan militer Zionis Israel baik berupa persenjataan maupun taktik perang. Qassem Soleimani sangat dipuja dan dielu-elukan di Palestina terutama di Jalur Gaza. Ia digelari pahlawan oleh rakyat Gaza. Dan dengan gugurnya di tangan kotor Amerika Serikat, penduduk Gaza melalui Ismail Haniyah menggelarinya asy-Syahid Alquds (yang syahid demi membela Alquds).