18 Juli 2019 - 05:38
8 Perempuan Teladan Dunia Islam Raih Penghargaan Goharshad ke-4

Acara penutupan Penghargaan Dunia Goharshad Keempat diselenggarakan di Aula Qods, Haram Suci Razavi, dan pada kesempatan ini 8 perempuan Muslim teladan asal Iran dan luar Iran menerima Penghargaan Dunia Goharshad dengan memperhatikan 8 standar yang ditetapkan yaitu masalah pengorbanan dan kesyahidan,...

(ABNA24.com) Acara penutupan  Penghargaan Dunia Goharshad Keempat diselenggarakan di Aula Qods, Haram Suci Razavi, dan pada kesempatan ini 8 perempuan Muslim teladan asal Iran dan luar Iran menerima Penghargaan Dunia Goharshad dengan memperhatikan 8 standar yang ditetapkan yaitu masalah pengorbanan dan kesyahidan, perlawanan dan kebangkitan Islam, gerakan kebudayaan dan kesenian, wakaf dan amal, pelayanan konstruksi dan kedokteran, ilmu pengetahuan, pendidikan dan riset, manajemen dan wirausaha. 

Yasaman Hasanat, seorang perempuan asal Afghanistan mengatakan, dewasa ini perempuan Muslim adalah para pembela masyarakat Islam yang hakiki, dan aktif di berbagai bidang seperti pendidikan, pengorbanan dan kesyahidan bersama-sama dengan kaum laki-laki, dan dengan mengikuti pemikiran asli Nabi Muhammad Saw dan Imam Khomeini, mereka memiliki kesadaran politik agama dan sosial yang baik.
 
Ia menuturkan, hari ini saya hadir mewakili seluruh masyarakat tertindas Afghanistan terutama kaum perempuan yang sabar dan pemberani. Menurutnya, setelah menerima penghargaan ini, ia merasa diri menjadi pelayan Imam Ali bin Musa Al Ridha as, dan kedudukan ini membuat tanggung jawabnya semakin berat dan semakin sensitif.

Sayideh Azam Hosseini, penulis buku berjudul "Da" menuturkan, dapat dipastikan pengetahuan para perempuan pekerja keras dan kisah kehidupan mereka memberikan energi kepada kita yang mendorong kita untuk melanjutkan langkah mereka dengan motivasi dan kerja yang lebih keras, pasalnya mereka berhasil meraih kedudukan ini dengan mematuhi ajaran Islam dan memiliki seluruh karakteristik seorang perempuan Muslim.

Menurutnya, buku "Da" sampai sekarang sudah dicetak ulang sebanyak 157 kali dan diterjemahkan ke dalam lima bahasa dunia yaitu Inggris, Arab, Urdu, Bosnia dan Turki. Ia menambahkan, ini menunjukkan minat masyarakat terhadap isu seputar Pertahanan Suci dan bahaya perang.

Sayideh Rubab Zeidi dari kota Lucknow, India menuturkan, sebagian besar negara Barat meneriakkan pembelaan atas hak perempuan atau kebebasan perempuan, akan tetapi pada kenyataannya, telah menginjak-injak hak ini.

Perempuan terpilih ini sering menyampaikan pidato di hadapan pelajar agama dan mahasiswi, mengajar ilmu agama, mengajar Al Quran kepada anak-anak, mendirikan asrama untuk pelajar agama perempuan, menyelenggarakan acara duka di bulan Muharam dan menyelenggarakan kelas-kelas Al Quran. 

Ia menambahkan, saya bersyukur kepada Allah Swt, Imam Ridha as menilai saya layak menerima penghargaan ini dan hal itu menunjukkan perhatian Imam Ridha as kepada saya. 

Fatimah Haqir Al Saadat merupakan orang pertama yang tergabung dalam tim doker nano bioteknologi mengatakan, sebuah tim yang terdiri dari dokter-dokter asal Amerika Serikat dan Belanda aktif dalam pengobatan penyakit kanker, dan saya terpilih untuk bekerjasama dengan mereka, satu-satunya syarat yang saya ajukan untuk bekerjasama dengan mereka adalah menjaga hijab.

Ia menambahkan, saya menerima banyak undangan dari sejumlah negara untuk kerja dan penelitian, akan tetapi saya menolaknya. Pasalnya saya senang bekerja untuk masyarakat saya dan semua penelitian saya atas nama Iran Islami.

Shahnaz Ebadani menuturkan, dalam acara ini saya mengenal perempuan-perempuan yang masing-masing aktif di berbagai bidang sosial-budaya, dan membuka iklim persahabatan serta interaksi, perkenalan ini dapat menjadi sumber banyak keberkahan.

Manajer Yayasan Amal Mohades, Yayasan dukungan pelajar Samen Al Aimah di Tehran itu menjelaskan, yayasan ini dihias dengan nama suci Imam Ridha as dan bergerak membantu para pelajar miskin yang tidak memiliki orangtua atau tidak diurus dengan baik.

Hala Kiti, seorang mualaf perempuan asal Myanmar mengatakan, hingga kini saya sudah menulis 20 makalah hasil penelitian di bidang Islamologi, dan berkat bantuan Allah Swt saya berhasil menerjemahkan kitab Sahifah Sajjadiyah, karya Imam Sajjad as ke Bahasa Myanmar.

Perempuan yang sebelumnya beragama Kristen itu menuturkan, berkat bantuan Allah Swt lebih dari 18 tahun saya memeluk agama Islam. Islam adalah agama kebebasan dan berpikir. Ajaran-ajaran Islam memperhatikan kebutuhan hidup manusia. Saya bersyukur kepada Allah Swt bisa berada di Makam Suci Imam Ridha as dan belajar ajaran Ilahi. 

Dr. Nafisah Saqafi mengatakan, dengan diselenggarakannya acara ini, pertama kita bisa mengenang sosok Nyonya Goharshad sebagai orang baik dan dermawan.

Saqafi yang menerima penghargaan dunia Goharshad karena aktivitas keilmuan dan kemanusiaannya di bidang kedokteran, terpilih sebagai salah satu perempuan unggul. Ia menuturkan, setelah terpilih, saya lebih merasa bertambah tanggung jawab daripada gembira, karena tanggung jawab saya sekarang lebih berat. Insyaallah dengan aktivitas yang lebih besar, saya dapat meraih target sebenarnya dari penyelenggaraan acara ini.

Zainab Isa, salah satu anggota front perlawanan dari Nigeria menuturkan, saya sangat gembira bisa menjadi satu di antara perempuan-perempuan unggul, mukmin dan revolusioner, mereka yang masing-masing dari sisi pengaruh merupakan teladan bagi perempuan Muslim lain.

Istri dan ibu dari enam orang syahid itu menjelaskan, diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw terkait keutamaan menziarahi Imam Ridha as, setiap manusia bersedih yang menziarahi Imam Ridha as, Allah Swt akan menghapus kesedihah dari hatinya dan setiap pendosa yang menziarahi Imam Ridha as, Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya.




/129