20 Agustus 2017 - 09:24
Sebarkan Toleransi Keberagaman Untuk Perdamaian

“Keberagaman membuat Indonesia kuat, Indonesia kaya akan budaya dan menjadi bangsa yang dihormati. Oleh karena itu, keberagaman tidak harus membuat kita berpecah belah, namun sebaliknya, harus mempersatukan kita,”

Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi bersama dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini membuka Indonesia Channel 2017 (Inchan) di Surabaya, Jumat (18/8). Inchan adalah pagelaran atau pementasan seni dan budaya Nusantara oleh 58 peserta penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari 45 negara.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih dan kebanggaannya bahwa  kota Surabaya bisa menjadi tuan rumah Indonesia Channel 2017.

Menlu RI Retno Marsudi dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang baru saja dirayakan pada  17 Agustus 2017 di seluruh tanah air adalah juga merayakan keberagaman budaya Indonesia.

“Keberagaman membuat Indonesia kuat, Indonesia kaya akan budaya dan menjadi bangsa yang dihormati. Oleh karena itu, keberagaman tidak harus membuat kita berpecah belah, namun sebaliknya, harus mempersatukan kita,” ujar Menlu perempuan pertama Indonesia ini.

Tradisi luhur masyarakat Indonesia berupa sikap saling menghormati dan toleransi sesama telah menjadi bagian dari jati diri bangsa sejak lama dan harus terus dipelihara.

“Menghormati satu sama lain, toleransi adalah bagian integral dari DNA bangsa Indonesia. Kita harus memelihara ini,” tutur Menlu Retno.

“Kita harus merayakan keberagaman dengan memahami dan menghargai perbedaan juga menghormati satu sama lain. Keberagaman bisa ditemukan di seluruh dunia, dan keberagaman itu memberi warna pada dunia kita, keberagaman memberi warna pada kemanusiaan,” lanjutnya lagi.

Menlu Retno juga menyampaikan pentingnya membangun jembatan pemahaman untuk  mengelola perbedaan dan keberagaman serta terus memupuk upaya-upaya damai sebagai bagian dari kebijakan politik luar negeri.

“Budaya damai harus dipupuk dan disebarkan. Jembatan pemahaman dibutuhkan untuk mencegah konflik dan perang. Membangun jembatan pemahaman merupakan bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia,”  kata Menlu Retno Marsudi.

Beasiswa seni dan budaya  merupakan salah satu upaya Indonesia untuk membangun jembatan pemahaman antar bangsa melalui seni dan budaya. Indonesia dengan bangga bisa menyajikan beasiswa seni dan budaya bagi para mahasiswa internasional dari 45 negara di tahun 2017.

Beragam catatan kegiatan yang dilakukan para alumni BSBI di berbagai negara. Selama 15 tahun penyelenggaraan BSBI. Sejak tahun 2003 penyelenggaraan BSBI, Kemlu RI  telah mengumpulkan 776 alumni Friends of Indonesia dari 69 negara.

“Di Belanda, alumni BSBI mendirikan Masyarakat Pemuda Belanda – Indonesia. Alumni di Fiji membentuk kelompok tari "Rako Pasifika" dan "Vou". Seorang peserta dari Prancis telah membuat film dokumenter Tari Pakarena. Sementara peserta dari Korea Selatan meluncurkan single dangdut "Papa Mama di Seoul". Selain itu, 13 orang peserta memutuskan untuk melanjutkan studi di Indonesia,” ungkap Menlu Retno di hadapan seribu lebih penonton pagelaran Indonesia Channel.

Semangat persahabatan dan kebersamaan 58 orang peserta selama mengikuti kegiatan BSBI dan Indonesia Channel 2017 tentunya akan menjadi kenangan manis dan pembelajaran berharga yang terus tertanan di hati dan pikiran mereka.

“Saya harap anda membawa serta semangat, persahabatan, dan kenangan tentang Indonesia kemanapun anda pergi. Anda adalah Friends of Indonesia,” ujarnya lagi kepada para peserta.

Menlu Retno Marsudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mensukseskan kegiatan BSBI dan Indonesia Channel 2017. Pemerintah Kota Surabaya selaku tuan rumah dan sanggar-sanggar seni yang menjadi tempat pembelajaran peserta BSBI.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada Walikota Surabaya yang telah menjadi tuan rumah. Surabaya telah menjadi salah satu kota simbol good governance, simbol perubahan dan kemajuan.  Terima kasih juga kepada sanggar-sanggar yang telah menjadi mitra kegiatan: Sanggar Semarandana di Denpasar, Studio Tydif di Surabaya, Rumah Budaya Rumata di Makasar, Sanggar Sofyani di Padang, dan UPN Veteran Yogjakarta,” katanya dengan bangga.

“Mari kita rayakan keberagaman. Mari kita sebarkan budaya toleransi untuk dunia yang damai,” tutur  Menlu Retno mengakhiri sambutan.