11 November 2016 - 15:14
 Bangsa Iran Tidak Percaya terhadap Pemerintah AS

Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Ahmad Khatami mengatakan, bangsa Iran tidak percaya terhadap kebijakan pemerintah AS dan siapapun yang berkuasa di negeri Paman Sam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ahmad Khatami di khutbah shalat Jumat Tehran (11/11) seraya menjelaskan bahwa hasil pilpres Amerika tidak akan mengubah kebijakan arogansi negara ini terhadap berbagai bangsa kawasan menambahkan, bangsa Iran tidak akan menyerah kepada tuntutan pemerintah yang berkuasa di Amerika.

Imam shalat Jumat Tehran seraya memperingatkan presiden terpilih AS terkait dampak kebijakan ancaman dan pelanggaran terhadap Iran menjelaskan, Republik Islam Iran akan melawan kebijakan seperti ini.

Ayatollah Khatami seraya menekankan bahwa rakyat dunia telah letih dengan kebijakan petualang dan intervensi militer Amerika di berbagai negara, merekomendasikan kepada presiden terpilih AS lebih baik menyibukkan diri menyelesaikan beragam kesulitan warga negaranya ketimbang melanjutkan kebijakan seperti ini.

Khatib shalat Jumat Tehran seraya menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan para kandidat presiden Amerika, tingginya hutang negara mengancam Amerika bangkrut, mengatakan, instabilitas di negara ini sebuah ketidakadilan di mana setiap tahun sejumlah warga khususnya kulit hitam menjadi korban kekerasan bersenjata.

Ayatollah Khatami juga mengisyaratkan tuntutan sejumlah negara kepada Amerika untuk membantu menyelesaikan krisis regional dan menekankan, negara-negara yang tidak mampu menyelesaikan kendala keamanan dan finansialnya, tidak akan pernah dapat membantu keamanan regional.

Imam shalat Jumat Tehran mengatakan, kelompok teroris Daesh terbentuk di kawasan dengan dukungan finansial dan senjata Amerika dan dana tersebut diambil dari pajak warga Amerika.

"Jika presiden terpilih AS juga menginginkan seperti pendahulunya dan bertindak arogan, tak diragukan lagi ia akan seperti pemimpin Amerika sebelumnya, dibenci oleh rakyat dunia," papar Ayatullah Khatami.

Khatib shalat Jumat Tehran seraya mengisyaratkan keberhasilan militer dan pasukan relawan rakyat Irak di operasi pembersihan Mosul dari keberadaan anasir Daesh menandaskan, militer Irak di operasi ini tidak membutuhkan bantuan negara lain dan Amerika serta sejumlah negara kawasan tanpa alasan mengirim pasukannya kearah Mosul.

"Mosul milik Irak dan tidak ada negara yang dapat merampasnya demi keuntungan pribadi," papar Ayatullah Khatami. (Parstoday)