23 Februari 2016 - 12:02
Jokowi Minta Grand Syeikh Al-Azhar Bantu Sebarkan Islam Moderat

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah, Alwi Shihab, mengatakan bahwa Jokowi meminta para ulama membantu pemerintah dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat di Indonesia.

Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan dari Grand Syeikh Universitas Al-Azhar Syeikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb dan sejumlah ulama dari Majelis Hukama Al Muslimin, Senin (22/2). Mereka diterima Jokowi di ruang tamu Istana Merdeka. 

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah, Alwi Shihab, mengatakan bahwa Jokowi meminta para ulama membantu pemerintah dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat di Indonesia.

"Secara khusus Bapak Presiden mengharapkan dari Syeikh Al-Azhar untuk dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat muslim Indonesia dalam kunjungan ini," kata Alwi di Kantor Presiden, Jakarta.

Dia menyebut, Presiden juga berharap kehadiran para ulama dapat memperkuat benteng pertahanan umat Muslim Indonesia sehingga tak tergoda masuk dalam gerakan radikal dan terorisme.

Menurut Alwi, setiap tahun Mesir mengirimkan para ulama ke Indonesia untuk mengajarkan ilmu agama. Tahun ini ada 32 da'i dari Universitas Al Azhar, Kairo yang dikirim ke Indonesia. Alwi menyebut bahwa dalam pertemuan tadi Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kontribusi yang diberikan Mesir untuk pendidikan di Indonesia.

"Presiden menjanjikan akan berkunjung ke Mesir dalam waktu dekat sebagai lawatan balasan Presiden Al-Sisi yang baru-baru ini mengunjungi Indonesia," kata Alwi lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menambahkan bahwa ada sedikitnya 3.500 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir. Indonesia, kata dia, juga telah berkontribusi membangun empat gedung asrama di Universitas Al Azhar, Kairo.

"Diharapkan nanti gedung tersebut tidak hanya menampung mahasiswa Indonesia, tetapi juga mahasiswa Mesir dan mahasiswa lainnya," kata Wamenlu.

Dalam kesempatan itu, kata Fachir, Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Al-Azhar karena telah memberikan pengajaran mengenai Islam yang moderat dan penuh dengan nilai-nilai kesantunan. Diharapkan, pendidikan yang didapat para pelajar Al-Azhar asal Indonesia nantinya dapat diterapkan dimasyarakat saat kembali ke tanah air.

"Presiden juga menyampaikan terimakasih atas kontribusi mendidik dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Indonesia, dan tentu saja kita mengapresisi karena Al-Azhar juga perguruan yang sangat moderat dalam pengertian terhadap toleransi dan menyebarkan Islam yang moderat," beber dia. 

Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat kepada Syekh Ahmed yang akan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Selama di Indonesia, Jokowi berharap agar Syekh Ahmed dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat dan mengajarkan Islam yang damai dan jauh dari nilai-nilai ekstrem. 

"Presiden ‎sampaikan agar Syekh dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat muslim di Indonesia. Presiden Jokowi juga menjanjikan akan berkunjung ke Mesir dalam waktu dekat sebagai lawatan balasan Presiden Al-Sisi (Presiden Mesir) yang telah berkunjung ke Indonesia," pungkas Fachir. 

Selain didampingi Wamenlu AM Fachir, dalam acara tersebut, juga tampak anggota Wantimpres KH Hasyim Muzadi, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Utusan Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab, dan cendikiawan Muslim Quraisy Shihab.

Usai bertemu Presiden Jokowi, Syeikh Achmad beserta rombongan dijadwalkan melakukan lawatan ke sejumlah universitas di Indonesia. Dalam kunjungan kali ini, Syeikh Achmad juga akan menerima gelar Doctor Honoris Causa dari UIN Malang. [ROL/Liputan6]