22 Oktober 2014 - 18:44
Iran harus Bersandar pada Potensi Pemuda

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, Republik Islam Iran harus bersandar pada sumber daya di muka bumi yakni kecerdasan dan potensi pemuda.

Menurut Kantor Berita ABNA, dalam pertemuannya dengan ratusan mahasiswa, cendikiawan dan juara olimpiade Rabu (22/10), Rahbar menekankan urgensitas pembentukan mata rantai produk sains dan pengetahuan di universitas dan pusat kajian ilmiah. “Negara jangan dikelola dengan mengandalkan sumber daya yang mudah menguap seperti minyak dan gas,” ungkap Rahbar.

Beliau mengajak seluruh cendikiawan untuk berpikir dan mendalami prinsip kecendikiawanan (kepeloporan) serta artinya yang sejati. “Kepeloporan memiliki tiga karakteristik, pertama kecerdikan dan potensi, tekad kuat untuk belajar, bekerja dan berusaha dan ketiga adalah minat mengagumkan untuk istiqamah. Mencermati karakteristik ini secara bijaksana akan memperjelas bahwa semua ini adalah nikmat dan rejeki Ilahi,” ungkap Rahbar.

Rahbar dengan bersandar pada ayat al-Quran terkait berinfak atas rejeki yang telah diberikan Allah Swt menekankan, rejeki ilmu pengetahuan dan kecendikiawanan harus diinfakkan di jalan Ilahi dan hanya demi keridhaan-Nya serta memanfaatkannya untuk masa depan masyarakat, bangsa dan negara.

Kepada para cendikiawan muda Iran, Rahbar mengatakan, “Jika kalian menginfakkan nikmat Ilahi (kecendikiawanan), maka kalian juga akan mendapat tuntutan Allah Swt. Yakni karakteristik kecendikiawanan kalian akan ditambah dan juga Allah akan menuntun kalian ke tingkatan di mana ilmu dan pengetahuan kalian memiliki arti dan kebutuhan sejati.”

Seraya mengisyaratkan kemajuan sains nasional dalam satu dekade terakhir, Rahbar kembali menyebut kontiunitas gerakan keilmuan yang cepat sebagai kebutuhan sejati. “Seperti yang telah ditekankan oleh keputusan Dewan Tinggi Revolusi Budaya, gerakan keilmuan dengan dalih apa pun tidak boleh mandek. Karena setiap jeda akan memicu keterbelakangan,” tekan Rahbar.

Ayatullah Khamenei menilai keselamatan negara dan masa depan gemilang bangsa terletak pada pengokohan sendi-sendi keilmuan. Beliau mengingatkan, “Ekonomi yang bertumpu pada sumber daya alam minyak dan gas tidak membutuhkan identifikasi dan tidak akan ada gerakan untuk menarik dan mendorong aktivitas para cendikiawan. Negara pun secara praktis tidak akan mengalami kemajuan sejati,” kata Rahbar. (IRIB)