Menurut Kantor Berita ABNA, Abdur Rahman bin Abdullah al Sanad, Rektor Universitas Islam Madinah Arab Saudi dalam pernyataannya menyebutkan rencana Universitas yang dipimpinnya untuk menggelar konferensi yang bertemakan, “Kewajiban Syar’i dan Negara Menghindari Disintegrasi Bangsa” telah disepakati dan didukung oleh Raja Arab Saudi, Malik Abdullah.
Dalam pernyataannya, Rektor Universitas terkemuka di Arab Saudi tersebut menyebutkan gagasan menyelenggarakan konferensi tersebut patut dijalankan dan didukung karena sesuai dengan anjuran Islam yang mementingkan keamanan negara dan kepentingan sosial. Ia mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah Saudi yang menyatakan perang terhadap terorisme dan anti terhadap gerakan-gerakan anarkisme yang dapat merongrong wibawa pemerintah dan merusak kedaulatan negara. Karena itu menurutnya, konferensi yang menyerukan setiap warga negara semestinya berperan aktif dalam menjaga keutuhan negara patut dan penting untuk diselenggarakan.
Abdur Rahman bin Abdullah al Sanad mengakui bahwa penyelenggaraan konferensi tersebut juga bertujuan untuk menyatakan penolakan segala bentuk aksi demonstrasi dan unjuk rasa yang menentang kebijakan-kebijakan Raja Arab Saudi. Menurutnya ketaatan kepada pemimpin kaum muslimin wajib hukumnya, dan sama halnya dengan taat kepada Allah Swt.
Ia berkata, “Kami berharap terselenggaranya konferensi ini nanti menjadi wasilah yang dapat memperkuat keutuhan dan persatuan kaum muslimin dan menyampaikan secara benar apa saja yang menjadi kewajiban warga negara terhadap pemerintahnya.”
Pada bagian lain pernyataanya, Rektor Universitas Islam Madinah tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Raja Arab Saudi yang mengamini konferensi yang akan rencananya diselenggarakan 18 Jumadil Tsani beberapa bulan kedepan.