Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Jumat Tehran mengatakan, sikap ingkar janji Amerika Serikat dan langkah negara itu menjatuhkan sanksi-sanksi baru atas Iran, tidak akan dibiarkan begitu saja oleh rakyat Iran.
Ayatullah Ahmad Khatami, Khatib Jumat Tehran menilai sanksi-sanksi baru Amerika terhadap Iran sebagai pelanggaran atas kesepakatan nuklir Jenewa. Ia mengatakan, “Dengan langkah ini, Amerika menunjukkan bahwa ia sepenuhnya tidak bisa dipercaya.”
Khatami juga memuji perlawanan rakyat Irak dan kinerja militer negara itu dalam menghadapi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS. Ia menegaskan, rahasia persatuan dan keberhasilan mereka di jalan ini adalah ketaatan kepada ulama.
Terkait perkembangan terbaru Yaman dan demonstrasi rakyat di negara itu, Khatib Jumat Tehran menuturkan, “Nilai aksi-aksi unjuk rasa ini harus diapresiasi, pasalnya era ancaman, kekerasan dan penggunaan segala bentuk langkah semacam ini, tidak akan membawa dampak yang baik.”
Ayatullah Khatami juga menyinggung masalah kejahatan yang dilakukan ISIS di kawasan. Ia menganggap kelompok teroris ini buatan dan produk bersama Amerika-rezim Zionis Israel. “Pihak-pihak di kawasan yang mendukung ISIS dengan dana dan fasilitas lainnya harus tahu, dampak-dampak dukungan mereka terhadap kelompok yang ditugasi membantai umat Islam itu, pasti buruk,” tegasnya.
Berkenaan dengan nasihat-nasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuannya dengan perwakilan Majelis Khobregan (Dewan Pakar Kepemimpinan) soal urgensi dukungan kuat atas tiga lembaga tinggi negara, Khatami mengatakan, “Tekad kolektif negara berpenduduk 75 juta orang bukan hal yang sederhana dan semua harus mendukung pemerintah.
Ia menilai kinerja pemerintahan Iran sejak setahun lalu, baik dan menjelaskan, “Ketenangan di Iran, stabilitas harga valuta asing, dijalankannya program kesehatan dan diambilnya sikap-sikap yang tepat dalam menghadapi kejahatan Israel di Perang Gaza, merupakan langkah-langkah bernilai dari pemerintah Iran.”
Menjelang tibanya musim haji, Khatami menghimbau para haji untuk memperhatikan manasik haji, selain itu mereka harus berusaha memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. (IRIB)