Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Iran Hassan Rohani menilai retorika ancaman terhadap bangsa Iran adalah tidak berharga dan kekanak-kanakan.
Di depan para peserta pawai akbar perayaan kemenangan Revolusi Islam tahun 1979 di Tehran pada hari Selasa (11/2), Rohani mengatakan, "Atas nama bangsa Iran, saya menyatakan dengan lantang bahwa ancaman terhadap bangsa Iran tidak berharga dan kekanak-kanakan karena bangsa kita telah, selama 35 tahun terakhir, menolak berbagai ancaman dari musuh dan meraih kemenangan."
"Saya katakan kepada Kelompok 5+1 bahwa perundingan nuklir adalah ujian bersejarah bagi Eropa dan Amerika Serikat. Jika mereka melanjutkannya dalam kerangka hukum, hak-hak bangsa Iran, kepentingan bersama, asas saling menghormati, interaksi, dan kerjasama dalam perundingan nuklir, mereka akan menerima tanggapan positif dan tepat dari Iran," kata Presiden Rohani.
"Tapi, jika mereka berusaha untuk mengulangi perilaku yang tidak benar dan keliru di masa lalu, mereka harus tahu bahwa mereka telah mengambil langkah yang merugikan bangsa mereka sendiri, kawasan, kesejahteraan dan stabilitas global ... ," tambah presiden Iran.
Selasa, jutaan orang berpartisipasi dalam pawai akbar memperingati kemenangan Revolusi Islam, yang mengakhiri kekuasaan monarki rezim Pahlevi yang didukung AS.
Dengan menghadiri pawai akbar tersebut, warga Iran menegaskan kembali loyalitas mereka kepada cita-cita Revolusi Islam dan mendiang Ayatullah Ruhullah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran.