24 September 2013 - 20:30
Warga Sunni-Syiah Sampang Sepakat Berdamai

Warga Sunni-Syiah Sampang deklarasikan perdamaian. Kedua belah pihak saling bermaafan untuk melupakan peristiwa kerusuhan Sampang dan ingin hidup damai bersama. Mereka juga berharap islah tidak sebatas dilakukan pada warga melainkan juga diikuti para ulama, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah kabupaten setempat

Menurut Kantor Berita ABNA, puluhan warga suni asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mendatangi tempat pengungsian warga syiah di rumah susun Puspa Agro Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Senin sore, 23 September. Mereka sepakat berdamai dan ingin menjalani kehidupan secara berdampingan dengan rukun.

Kedatangan warga Desa Karanggayam, Bluuran, dan Panden Kabupaten Sampang tersebut disambut hangat warga syiah di rusun Puspa Agro. Tidak sekadar berkunjung, kedatangan warga suni ini untuk mengajak islah atau damai warga syiah di pengungsian.

Tekad islah ditandai dengan pembacaan deklarasi perdamaian rakyat antara warga suni dengan syiah itu. Inti deklarasi ialah kedua belah pihak ingin hidup rukun kembali sebagai sesama warga madura.

Mujahid, perwakilan warga suni tersebut, menegaskan akan menerima warga syiah apabila ingin pulang kampung. Mereka juga akan saling hormat-menghormati dan menerima perbedaan keyakinan ini. Iklil almial, perwakilan warga syiah Sampang, menyambutnya.

Kedua belah pihak kemudian saling bermaafan untuk melupakan peristiwa kerusuhan Sampang dan ingin hidup damai bersama. Mereka juga berharap islah tidak sebatas dilakukan pada warga melainkan juga diikuti para ulama, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah kabupaten setempat.

Dengan adanya Deklarasi Perdamaian tersebut, Pemerintah dinilai tak lagi punya alasan menolak pemulangan pengungsi Syiah di Rumah Susun Sidoarjo, Jawa Timur ke kampung halaman. Pendamping warga Syiah, Hertasning Ikhlas meminta pemerintah cepat merespon deklarasi damai itu.

 

"Pemerintah harus responsif dan cepat membackup dan membantu pemulangan pengungsi. Pemulangan pengungsi ini tidak bisa dilakukan tanpa adanya bantuan dari pemerintah. Kalau mereka mau memulangkan begitu saja, ya bisa. Tapi kan itu butuh upaya. Karena ada mobilisasi manusia beserta barang dan lain sebagainya. Yang kedua, pembangunan rumah-rumah korban itu jelas menuntut tanggung jawab pemerintah. Islah hari Senin ini bukan merupakan upaya penuntutan. Tapi upaya cerdas untuk mengingatkan secara halus," kata Hertasning Ikhlas.

Seperti diketahui, warga syiah diusir dari kampung halamannya pada 2011 karena dianggap sesat. Mereka kemudian ditampung di gedung olahraga Sampang sebelum akhirnya dipindahkan ke rusun Puspa Agro.