29 Agustus 2013 - 19:30
Israel dalam Bahaya jika AS Serang Suriah

"Intervensi militer selain tidak membawa kemenangan untuk mereka, peristiwa itu juga akan membangkitkan kebencian dunia Islam dan masyarakat internasional terhadap AS."

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi menyinggung serangan potensial Amerika Serikat ke Suriah, mengatakan AS sampai sekarang belum keluar dari kubangan perang Irak dan Afghanistan, tapi jika mereka melakukan itu, Israel berada dalam bahaya.

Dalam shalat Jumat yang dipusatkan di Universitas Tehran, Hujjatul Islam Seddiqi menambahkan, AS dengan dalih kepemilikan senjata kimia menyerang Irak, sebuah alasan yang tidak pernah bisa dibuktikan.

"AS juga menggempur Afghanistan atas dasar sebuah peristiwa yang terjadi di negara itu. Washington menderita kerugian dalam kedua perang tersebut," tambahnya.

Berbicara tentang rencana Amerika untuk menyerang Suriah, Hujjatul Islam Seddiqi menandaskan, serangan itu akan mengobarkan wilayah Timur Tengah dan menempatkan Israel dalam bahaya.

"Intervensi militer selain tidak membawa kemenangan untuk mereka, peristiwa itu juga akan membangkitkan kebencian dunia Islam dan masyarakat internasional terhadap AS," ujarnya.

Menurutnya, kemenangan akan diraih oleh muqawama dan bangsa Suriah yang hingga sekarang telah memikul tekanan.

Di bagian lain khutbahnya, Hujjatul Islam Seddiqi menyoroti tentang krisis politik di Mesir dan mengatakan, Iran tidak tertarik untuk campur tangan dalam urusan negara lain, tapi tidak bisa berdiam diri menyaksikan pembunuhan terhadap warga.

"Pembunuhan terhadap warga sipil oleh kelompok manapun adalah perbuatan tercela dan sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan politik," tandasnya.

"Kami berharap Mesir dengan peradaban gemilangnya, dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah perang saudara," tambah Hujjatul Islam Seddiqi.

Pertikaian berdarah baru-baru ini di Mesir, lanjutnya, tidak hanya merugikan Mesir sendiri, tapi juga musibah bagi umat Islam. Peristiwa itu akan mengaburkan garis kebangkitan.

"Kami berharap para pemimpin Kairo dapat mencegah perang saudara dan mempersiapkan ruang bagi partisipasi rakyat di panggung politik," tuturnya.

Dia menyebut pembebasan Hosni Mubarak dari penjara dan penahanan Muhammad Mursi sebagai hal yang mengejutkan.