Menurut Kantor Berita ABNA, ketertindasan dan perlakuan semena-mena terhadap kaum muslimin di Myanmar yang tahun 2012 lalu hanya dialami warga muslim Rohingya, tahun ini meluas dan menimpa seluruh warga muslim yang berada diberbagai kota dan desa di Myanmar. Penyerangan pemukiman dan rumah-rumah warga muslim tidak juga berhenti. Tidak hanya merusak dan membakar rumah-rumah warga muslim, masjid-masjid bahkan warga muslim yang tidak berhasil menyelamatkan diri dibakar hidup-hidup oleh massa yang brutal. Aksi-aksi penyerangan terhadap warga muslim yang meluas di berbagai kota di Myanmar diprovokasi oleh sejumlah biksu Budha. Penyerangan tersebut telah menewaskan ribuan warga muslim Myanmar diantaranya di kota Yanggun dan Bago serta beberapa kota lainnya.
Kelemahan dan keterlambatan pihak pemerintah Myanmar mengatasi konflik yang dipicu perbedaan agama tersebut menambah jatuhnya korban dipihak warga muslim, sebagai kelompok minoritas dan terpinggirkan, warga muslim Myanmar tidak mampu bertindak banyak untuk melakukan pembelaan diri. Presiden Myanmar Thein Sein dalam pidatonya 6 bulan lalu berjanji untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap komunitas muslim dan mengklaim Myanmar akan menjadi tempat yang aman bagi warga muslim tidak juga mampu merealisasikan janjinya. Yang terjadi justru sebaliknya. Ketertindasan kaum muslimin di Myanmar semakin menjadi-jadi. Bahkan dalam aksi penyerangan yang dilakukan kelompok massa yang anti Islam tidak segan-segan membunuh dengan membakar hidup-hidup warga muslim yang mereka temui. Dalam penyerangan yang dilakukan massa bulan maret lalu di kota Miktila 43 warga muslim meregang nyawa. Aparat keamanan tidak mampu bertindak banyak untuk bisa mencegah kebrutalan ratusan massa Budha yang beringas. Anak-anak muslimpun tidak luput dari kebrutalan kelompok ekstrim tersebut. Dalam aksi penyerangan terhadap sebuah sekolah, 20 murid laki-laki dibunuh, kemudian jasad mereka dipotong-potong dan dibakar. Sampai saat ini tidak ada data resmi mengenai jumlah korban jiwa dari semua aksi penyerangan dan kekerasan yang dialami warga muslim Myanmar. Menurut data yang tidak resmi, setidaknya sejumlah aksi kekerasan dan penyerangan kepada komunitas muslim telah merenggut nyawa 170 warga muslim dan 5 ribu lainnya luka-luka. 40 ribu aktivis muslim ditangkap dan dipenjara.
Menurut tokoh muslim Myanmar DR. Muhammad Yunus bungkamnya negara-negara muslim sebagaimana ketidakpedulian negara-negara Barat dan organisasi-organisasi kemanusiaan internasional atas kondisi kaum muslimin di Myanmar membuat aksi kekerasan terhadap warga muslim di negara tersebut terus terjadi dengan modus operandi yang semakin mengerikan.
































...............