16 Maret 2013 - 11:32

"Tuntutan rakyat Saudi jelas, harus ada perubahan politik di negeri ini."

Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Salman al Audah ulama Arab Saudi yang berkali-kali mendekam dalam penjara rezim karena khutbah-khutbahnya yang sering mengecam pelanggaran syar'i yang dilakukan keluarga kerajaan kembali mengecam tindakan kerajaan yang menangkapi warga yang berunjuk rasa menuntut keadilan dan meminta dibebaskannya para tahanan politik.

Dalam situs pribadinya, ulama Saudi ini yang juga sebagai direktur website Islam Today edisi bahasa Arab dan memiliki beberapa acara di saluran TV dan beberapa artikel di surat kabar, menuliskan, "Rakyat Arab Saudi menuntut hak-haknya yang selama ini tidak didapatkannya, dan mereka tidak akan berhenti melakukan aksi unjuk rasa dan protes sebelum tuntutan mereka terpenuhi."

Ulama yang disesatkan oleh ulama-ulama Wahabi yang pro kerajaan karena protes-protesnya yang keras dan pedas terhadap kerajaan tersebut menilai Arab Saudi tidak akan menjadi Negara yang aman dan damai jika tidak terjadi reformasi politik di Negara yang memberlakukan sistem kerajaan keluarga tersebut. "Tuntutan rakyat Saudi jelas, harus ada perubahan politik di negeri ini." Tegas ulama yang dikenal karena pro-perdamaian dan sikap anti-kekerasan.