Menurut Kantor Berita ABNA, tiga ledakan dahsyat mengguncang kota Damaskus Jum'at (22/2) yang merenggut nyawa 53 orang dan 237 lainnya luka-luka. Ledakan tersebut terjadi di dekat markas Partai Baath di wilayah Al-Mazraah, Damaskus, ibu kota Suriah.
Ledakan pertama terjadi di Jalan al-Thawra, pinggiran kota Damaskus. Menurut wartawan serangan bom tersebut sengaja menargetkan kawasan yang padat penduduk sehingga menyebabkan kematian sejumlah warga sipil termasuk anak-anak.
Akibat dari ledakan tersebut, selain menelan korban jiwa dan ratusan warga luka-luka juga merusak bangunan dan pemukiman penduduk di lokasi kejadian, termasuk beberapa kendaraan bermotor.
Pihak pemerintah Suriah secara resmi menyampaikan bahwa Rumas Sakit al Hayat dan sekolah Abdullah bin Zubair juga mengalami kerusakan berat akibat ledakan bom.
IRIB menukil dari FNA melaporkan, ledakan hebat itu berasal dari sebuah bom mobil yang diparkir di antara terminal bus dan sebuah sekolah. Pelaku ledakan tampaknya berusaha meledakkan bom mobil kedua setelah warga banyak berkumpul di lokasi insiden. Namun dia gagal melakukannya setelah terluka parah akibat ledakan pertama.
Pelaku menggunakan seragam militer Suriah dan oleh karena itu, pasca ledakan pasukan militer Suriah segera menolongnya dengan anggapan bahwa dia adalah salah satu dari rekan mereka, akan tetapi mereka menyadari bahwa mobil oknum tersebut dipenuhi dengan bahan peledak. Mobil berisi penuh dengan bahan peledak tersebut kini disita pihak keamanan Suriah.







