11 Februari 2013 - 17:21

"Rakyat Iran tidak ubahnya seperti air sungai yang mengalir desar yang hadir dibawah kibaran satu bendera, menghilangkan semua keburukan, permusuhan dan perselisihan antara mereka dan menghendaki bangsa ini mencapai cita-cita besarnya untuk senantiasa dalam kemuliaan dan keagungan dalam berbagai bidang."

Menurut Kantor Berita ABNA, DR. Mahmud Ahmadi Nejad sebelum menyampaikan pidato resminya dalam peringatan hari kemenangan Revolusi Islam Iran ke 34 Ahad (10/2) didepan para wartawan asing dan dalam negeri menyatakan revolusi Islam Iran adalah milik rakyat yang pada hakikatnya merupakan cahaya Ilahi. Ahmadi Nejad berkata, "Kehadiran rakyat Iran dalam peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran 22 Bahman setiap tahunnya akan selalu lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, karena rakyat Iran menjadikan hari ini sebagai hari paling istimewa dan paling membahagiakan bagi mereka."

"Rakyat Iran tidak ubahnya seperti air sungai yang mengalir desar yang hadir dibawah kibaran satu bendera, menghilangkan semua keburukan, permusuhan dan perselisihan antara mereka dan menghendaki bangsa ini mencapai cita-cita besarnya untuk senantiasa dalam kemuliaan dan keagungan dalam berbagai bidang." Lanjut presiden Iran yang telah menjabat dua periode tersebut.

DR. Ahmadi Nejad dihadapan para wartawan menyampaikan harapannya agar kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi rakyat Iran dapat segera berlalu. Dia menyatakan rasa salut dan bangga atas rakyat Iran yang senantiasa lebih mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar meskipun sedang dilanda kemelut ekonomi. "Kehadiran luar biasa bangsa Iran di peringatan ini akan menunjukkan komitmen mereka ke seluruh dunia." Tegasnya.

Ahmadi Nejad melanjutkan, "Kalian saksikan lautan manusia hari ini datang dari berbagai penjuru dan semuanya dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul meramaikan peringatan 22 Bahman tahun ini."

Presiden Iran menambahkan, partisipasi luas warga ini akan memperkokoh tauhid, keesaan Tuhan, keadilan dan demi kehormatan lebih besar bangsa Iran serta seluruh bangsa dunia lainnya.

"Republik Islam Iran adalah sebuah keagungan, sejarah, serta identitas, negara dan revolusi. Apa yang ada di negara ini adalah milik rakyat," tegas Ahmadinejad. 

Ahmadinejad kembali menekankan, "Kalian harus sadar bahwa peringatan 22 Bahman setiap tahun akan semakin meriah dari tahun sebelumnya, karena bangsa Iran lebih agung, besar dan terhormat dari berbagai kesulitan yang ada. Membandingkan antara kesulitan dan kebesaran bangsa Iran adalah perbuatan keliru."