Menurut Kantor Berita ABNA, Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Meshaal mengucapkan terima kasih kepada Republik Islam Iran karena telah membantu Gaza mencapai kemenangan terhadap serangan rezim Zionis Israel.
Meshaal membuat pernyataan dalam konferensi pers di Kairo, menambahkan Iran berperan dalam mempersenjatai dan membiayai warga Gaza selama perang. Demikian dilaporkan Press TV pada Rabu (21/11).
Dia menyatakan bahwa Israel gagal mencapai tujuan-tujuannya di Gaza. "Setelah delapan hari, Allah memutus tangan mereka dari rakyat Gaza, dan mereka dipaksa tunduk kepada muqawama."
Pada kesempatan itu, Meshaal memperingatkan Tel Aviv jika melanggar perjanjian gencatan senjata antara gerakan perlawanan Palestina dan Israel. Ia juga berterima kasih atas mediasi Mesir, yang telah bertindak secara bertanggung jawab dan memahami tuntutan muqawama dan bangsa Palestina.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr mengumumkan dalam konferensi pers bersama dengan Menlu AS Hillary Clinton bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Berbarengan dengan itu Brigade al-Quds turut berterimakasih kepada Republik Islam Iran, karena negara ini tidak pernah menutup mata atas ketertindasan bangsa Palestina, dan karena Republik Islam gerakan perlawanan Islam Palestina mampu meluluhlantakkan jaringan komunikasi Tel Aviv.
Sayap militer Jihad Islam itu dalam konferensi persnya mengatakan, "Kemenangan yang diraih gerakan perlawanan Islam Palestina hari ini, pada kenyataannya adalah kemenangan para syuhada dan bangsa tegar berdiri mendukung gerakan perlawanan." Al-Alam (22/11) melaporkan.
"Tel Aviv hari ini sudah bukan benteng perkasa lagi bagi warga Zionis, akan tetapi sudah seperti mainan anak-anak di tangan gerakan perlawanan. Brigade Quds melesakkan 620 rudal dan roket ke distrik-distrik Israel dan mampu menghancurkan jaringan komunikasi kota itu."
"Kami berterimakasih kepada Republik Islam Iran karena dukungan finansial dan persenjataannya untuk gerakan perlawanan di Gaza. Iran tidak pernah menutup mata atas ketertindasan bangsa Palestina dalam membela tanah airnya," tegas al-Quds.
Kemenangan ini tercapai karena persatuan seluruh elemen perlawanan Palestina dalam menghadapi musuh. 10 pejuang terbaik Brigade AL-Quds gugur syahid.