Menurut Kantor Berita ABNA, salah satu sumber media Qatar menurunkan berita mengenai lawatan raja Qatar Hamid bin Khalifah al Tsani ke Gaza di bawah pengawalan dan pengamanan satuan keamanan Israel. Media tersebut menyebutkan, "Israel dengan pengamanan tingkat tinggi mengawal perjalanan Raja Qatar ke Gaza."
Disebutkan bahwa lawatan tersebut dimaksudkan untuk melihat langsung kondisi warga Gaza yang sebelumnya mengalami blokade dan agresi militer oleh rezim Israel. Hanya saja yang menjadi poin perhatian adalah tidak adanya larangan dari rezim Israel mengenai kunjungan tersebut sementara Israel selama ini menutup semua jalur ke Gaza sehingga kota tersebut tertutup oleh dunia internasional. Bukan hanya tidak melarang atau menghalangi kunjungan tersebut bahkan Israel mengerahkan satuan keamanan khusus untuk mengawal rombongan raja Qatar tersebut.
Tidak adanya pelarangan rezim Zionis terhadap kunjungan raja Qatar tersebut menunjukkan adanya kedekatan khusus antara Qatar dengan Israel. Telah menjadi rahasia umum bahwa Qatar dalam beberapa hal menjali kerjasama bilateral yang erat dengan Israel. Bahkan pejabat tinggi antar kedua Negara tersebut telah sering melakukan pertemuan resmi baik secara terang-terangan maupun tertutup. Bahkan dalam kunjungan utusan Qatar ke Amerika Serikat untuk menghadiri persidangan PBB di New York, utusan resmi Qatar tampak duduk berdampingan dengan perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu.