Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam DR. Rafi'i muballigh kesohor Iran dalam ceramahnya yang disampaikan dalam Seminar Nasional Muballigh Perempuan di Provinsi Qom Republik Islam Iran Senin (22/10) di Gedung Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom menyatakan ceramah, pendengar dan tema ceramah adalah 3 asas penting dalam sebuah ceramah yang hendak disampaikan muballigh agama. Selanjutnya, beliau menyatakan, "Kekhususan paling utama dari seorang muballigh adalah keikhlasan. Jika akhlak dan keikhlasan tidak terdapat dalam diri seorang muballigh maka jangan harap masyarakat bisa diarahkan kepada ketakwaan dan akhlak yang baik."
"Jika seorang mubbaligh Islam tidak mampu menghadirkan ketakwaan, keimanan, ilmu dan konsentrasi pada dirinya sendiri, maka sebagaimana yang disampaikan Rasulullah saw, apa yang dilakukannya seperti hujan yang menimpa batu yang licin. Tidak memberi pengaruh dan meninggalkan bekas apa-apa." Lanjutnya.
Hujjatul Islam DR. Rafi'i menyebutkan aqidah yang lurus, pemikiran yang benar, tema ceramah yang tepat, nukilan ayat dan riwayat yang berkesesuaian dengan tema ceramah, syair, perumpamaan, memiliki catatan untuk menghindari kesalahan karena lupa, menghindarkan diri dari perkataan yang menimbulkan syubhat, adalah hal-hal penting lainnya yang patut mendapat perhatian dari seorang muballigh.
Pada bagian lain ceramahnya, muballigh yang juga bertugas sebagai dosen di beberapa universitas tersebut menyebutkan kitab "Mengenal Keutamaan Imam Husain as" karya Ayatullah al Uzhma Shafi Ghulpagani. "Kisah-kisah Penuh Hikmah" karya Musthafa Zamani, "Kisah Karbala" karya Ustad Nazari Munfarad dan kitab-kitab karya Ayatullah Nuri Hamadani diantara kitab-kitab yang layak dijadikan bahan dalam ceramah yang akan disampaikan seorang muballigh.