9 September 2012 - 12:20

Menurut Rahbar, GNB harus berperan aktif untuk membantu menyelesaikan krisis Suriah.

Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, kerusuhan yang tengah terjadi di Suriah adalah perang yang dilancarkan Barat terhadap negara Arab itu demi melayani kepentingan rezim Zionis Israel.

Hal itu disampaikan Ayatullah Khamenei dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok Ke-16 di Tehran pada Jumat (31/8).

Rahbar menambahkan, realitas perkembangan di Suriah adalah "perang tanding"melawan pemerintah Damaskus oleh negara-negara tertentu yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sejumlah kekuatan lainnya yang bertujuan melayani kepentingan Israel dan merongrong front perlawanan terhadap rezim Zionisdi kawasan itu.

Lebih lanjut Ayatullah Khamenei menandaskan, rakyat Suriah telah menjadi korban dari plot musuh dan situasi ini harus segera dihentikan.

Menurut Rahbar, GNB harus berperan aktif untuk membantu menyelesaikan krisis Suriah.
Di bagian lain statemennya Ayatullah Khamenei mengatakan, Iran sebagai ketua bergilir GNB dan Irak mengetuai Liga Arab harus memanfaatkan potensi lembaga-lembaga internasional itu untuk berperan positif dan serius berkaitan dengan isu-isu regional.

Rahbar juga menyatakan kepuasannya atas kesatuan di antara faksi-faksi politik Irak dan menambahkan, negara-negara regional dan semua kelompok politik di Irak harus memahami bahwa Amerika Serikat bukan mitra yang dapat dipercaya dan setiap kali ada kepentingan yang mereka anggap perlu, Washington pasti akan mengingkari janji-janjinya dan mengkhianati mitranya.

"AS hanya dapat menjadi mitra terpercaya bagi rezim Zionis," imbuhnya.

Sementara itu, al-Maliki menyatakan kepuasannya atas keberhasilan Baghdad dalam menghadapi semua tantangan dan meminta bantuan Tehran untuk membantu Irak melewati proses rekonstruksi.

PM Irak juga mengungkapkan keprihatinannya atas kerusuhan di Suriah dan intervensi asing dan kelompok-kelompok ekstremis di negara Arab itu sertamenyerukan GNB untuk mengambil inisiatif guna menyelesaikan krisis di Suriah. (IRIB)