7 Agustus 2012 - 00:10
Kode berita: 334915
Tindakan menghentikan mobil dua ulama Bahrain di jalan adalah sebuah bentuk penghinaan kepada mereka. Merampas surban dari kepala kedua ulama tersebut adalah tindakan biadab, tindakan mencaci dan mengancam kedua-dua ibu bapak mereka adalah satu penghinaan yang dilakukan oleh rezim terhadap Syeikh Ibrahim Sada dan Syiekh Muhammad Shahabi."
Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Syura Ulama Bahrain di dalam khutbah Juma'tnya mengkritik tindakan keras rezim terhadap warga sipil dengan mengatakan, "Masalah ini berawal dari kekhawatiran dan ketakutan rezim Al Khalifah terhadap kekuatan rakyat, ini disebabkan rezim tidak lagi mempunyai harga di kalangan rakyat."
Mengenai penghinaan terhadap ulama, Ayatullah Isa Qasim mengatakan, "Tindakan menghentikan mobil dua ulama Bahrain di jalan adalah sebuah bentuk penghinaan kepada mereka. Merampas surban dari kepala kedua ulama tersebut adalah tindakan biadab, tindakan mencaci dan mengancam kedua-dua ibu bapak mereka adalah satu penghinaan yang dilakukan oleh rezim terhadap Syeikh Ibrahim Sada dan Syiekh Muhammad Shahabi."
Beliau mengecam tindakan biadab tersebut dengan menyatakan, "Syeikh Ibrahim Safa adalah pemimpin Hauzah al-Ghadir dan Syeikh Muhammad Jawad Shahabi adalah pemimpin Hawzah Imam Baqir yang juga merupakan ulama besar Bahrain."
Pemimpin Syura Ulama Bahrain tersebut menambahkan, "Operasi ini menggambarkan penistaan dan penghinaan terhadap agama, mazhab dan keharmonian kaum di tangan kerajaan rezim Al Khalifah yang merupakan kezaliman secara terang-terangan."
Beliau menekankan, "Tindakan ini merupakan aib politik dan tidak ada kaitan dengan agama serta mazhab penduduk. Malah merupakan embrio pencetus fitnah perselisihan umar di kalangan saudara Syiah dan Ahlusunnah."
Khatib Shalat Jumaat di masjid Imam Sodiq, Manama ini menegaskan, "Jikalau rezim berkhayal bahwa tindakan dan kaedah menyakitkan ini boleh menghina mazhab Syiah dan mengejeknya sehingga dapat mencetuskan perpecahan bersama Ahlusunnah, hendaklah mereka sadar bahwa aksi seperti ini sia-sia belaka sekalipun kezaliman ini dilakukan secara tersembunyi."
Tambah beliau lagi, "Kami menegaskan, peristiwa-peristiwa yang terjadi, gangguan dan perpecahan kaum dicetuskan oleh rezim Bahrain dan saudara-saudara Ahlussunnah tidak bersalah dalam hal ini."
Ayatullah Syeikh Isa Qasim turut menyatakan aksi-aksi tidak berlandaskan agama ini tidak sepatutnya menjadi isu pertikaian mazhab.