27 Juli 2012 - 23:59

Disebutkan aksi demonstrasi warga Syiah dibeberapa pemukiman mayoritas Syiah di beberapa kota di bagian timur Arab Saudi semakin meluas menyusul ditangkapnya salah seorang ulama Syiah Syaikh Nemr al Nemr. Warga menuntut agar dibebaskannya para tahanan politik yang telah ditangkap rezim Saudi tanpa alasan dan prosedur yang jelas.

Menurut Kantor Berita ABNA, wilayah timur Arab Saudi dan kota Qutaif menjadi saksi kelanjutan aksi demonstrasi warga Syiah yang semakin meluas menuntut dibebaskannya para tahanan politik oleh rezim kerajaan Ali Saud. Pihak keamanan Saudi dalam menjawab tuntutan para demonstran melakukan penyerangan kerumah-rumah penduduk dan menangkap sejumlah warga yang diduga sebagai pemicu dan dalang dibalik aksi unjuk rasa tersebut. Media setempat mengabarkan pihak keamanan Saudi telah melakukan penangkapan terhadap beberapa pemuda termasuk anak-anak dalam penyerangan ke rumah-rumah warga tersebut. Salah seorang pemuda yang mencoba melarikan diri dari penangkapan keamanan Saudi, diterjang timah panas yang ditembakkan satuan keamanan Saudi. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nasib pemuda tersebut sampai saat ini tidak diketahui. Disebutkan aksi demonstrasi warga Syiah dibeberapa pemukiman mayoritas Syiah di beberapa kota di bagian timur Arab Saudi semakin meluas menyusul ditangkapnya salah seorang ulama Syiah Syaikh Nemr al Nemr. Warga menuntut agar dibebaskannya para tahanan politik yang telah ditangkap rezim Saudi tanpa alasan dan prosedur yang jelas. Komunitas perempuan Saudi juga melakukan kecaman dan protes dengan melayangkan surat yang ditujukan kepada ulama-ulama Arab. Mereka menuntut ulama-ulama turut berperan dalam upaya penegakan keadilan dan kebenaran di negeri tersebut. Salah satu surat yang dikirimkan tersebut menuliskan bahwa lebih dari 30 ribu tahanan politik yang terdapat di Arab Saudi. Kesemua tahanan politik tersebut dijebloskan ke penjara tanpa melalui prosedur hukum yang jelas. 500 surat protes tersebut menyusul tewasnya dua orang tahanan politik di penjara Saudi 'al Hair' akibat siksaan oleh sipir penjara. Meski disikapi dengan keras dan cenderung kasar serta tidak berprikemanusiaan, warga Syiah Saudi masih terus melanjutkan aksi-aksi protesnya menuntut tegaknya keadilan dan demokrasi di negeri yang menganut paham kerajaan tersebut.