26 Juli 2012 - 19:30

"Peradaban Barat dalam beberapa dekade terakhir, di manapun ia menginjakkan kaki, maka tidak akan membawa apapun kecuali kefasadan dan pemnjajahan terhadap umat manusia."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sabtu petang (21/7), di hari pertama bulan Ramadan, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, membuka acara "Keakraban dengan Al-Quran", yang dihadiri oleh para penghapal al-Quran, qori al-Quran, dan para ustaz al-Quran. Dalam acara tersebut hadirin membaca ayat-ayat al-Quran secara bersama-sama. Sekelompok penyair juga melantunkan syair tentang bulan Ramadan. IRNA melaporkan, Rahbar dalam acara tersebut menyampaikan sambutan dan menilai seruan Republik Islam Iran dalam perwujudan sebuah peradaban yang berlandaskan pada spiritualitas berangkat dari ajaran al-Quran dan hidayah ilahi. Menyinggung penjajahan terhadap umat manusia oleh peradaban Barat, beliau menilai peradaban Barat berlandaskan pada materi dan jauh dari akhlak serta spiritualitas. "Contoh nyata klaim bohong Barat tentang etika dan hak asasi manusia, adalah kebungkaman mereka di hadapan pembantaian ribuan Muslim di Myanmar," tegas Rahbar. Beliau menambahkan, "Peradaban Barat dalam beberapa dekade terakhir, di manapun ia menginjakkan kaki, maka tidak akan membawa apapun kecuali kefasadan dan pemnjajahan terhadap umat manusia." Beliau juga menekankan bahwa kemuliaan, kesejahteraan, perkembangan materi dan spiritualitas, akhlak yang mulia serta pengalahan musuh-musuh, hanya akan tercapai dengan mengamalkan maarif al-Quran. Berbicara tentang kebangkitan Islam, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Jika bangsa-bangsa Islam mampu membangun sebuah peradaban yang berlandaskan pada wahyu Allah, spritualitas dan akhlak, maka umat manusia akan bahagia." Di bagian lain, beliau menyinggung pentingnya penggabungan logika dan afeksi dalam kekraban dengan al-Quran seraya mengatakan, "Ketika keyakinan rasional qurani bertaut dengan kecintaan, maka akan terbuka pintu pengamalan al-Quran yang pada akhirnya akan meningkatkan keberhasilan masyarakat Islam." Di akhir khutbahnya, Rahbar menyambut perluasan gerakan keakraban dengan al-Quran di seluruh penjuru negeri khususnya di kalangan pemuda, serta menekankan pentingnya perenungan dalam makna al-Quran dan pengamalannya.