Menurut Kantor Berita ABNA, lagi-lagi ulama Wahabi Saudi mengeluarkan fatwa kontroversial. Seruannya untuk melakukan perusakan seluruh gereja di Negara-negara Islam Jazirah Arab mendapat penentangan keras dari Gereja-gereja dan seluruh lembaga keagamaan Uni Eropa. Mehr News melaporkan, menyusul fatwa Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Syeikh, seorang mufti kerajaan al-Saud, memerintahkan perusakan seluruh gereja di dunia Arab, Uskup Agung Jerman, Austria, Rusia, dan juga berbagai gereja di Uni Eropa menyampaikan protes atas fatwa tersebut. Dalam hal ini, Jumat (23/3), Uskup Agung Jerman dan Rusia, merilis statemen terpisah menyampaikan protes atas fatwa tersebut kepada pemerintah Arab Saudi. Uskup Agung Katolik Jerman dalam statemennya menyatakan, "Fatwa mufti Arab Saudi itu adalah sebuah instruksi yang tidak dapat di terima dan pelanggaran terhadap hak-hak jutaan pekerja asing yang ada di negara-negara Arab di Teluk Persia." Adapun Uskup Agung Rusia menilai fatwa mufti Arab Saudi sebagai sebuah peringatan. Sebelumnya diberitakan, dalam sidang Liga Arab mendatang di Baghdad, akan dibahas fatwa mufti kerajaan Arab Saudi soal perusakan gereja-gereja di jazirah Arab." Al-Iwadi, seorang pejabat Irak mengecam fatwa mufti Arab Saudi itu dan mengatakan bahwa masalah ini akan dibahas dalam KTT di Baghdad. Ditambahkannya bahwa lembaga-lembaga keamanan Irak telah siap menghadapi aksi-aksi melawan fatwa seperti itu, mengingat fatwa tersebut tidak menguntungkan siapa pun dan muncul dari "pemikiran menyimpang."
24 Maret 2012 - 19:30
Kode berita: 304441
Lagi-lagi ulama Wahabi Saudi mengeluarkan fatwa kontroversial. Seruannya untuk melakukan perusakan seluruh gereja di Negara-negara Islam Jazirah Arab mendapat penentangan keras dari Gereja-gereja dan seluruh lembaga keagamaan Uni Eropa.