13 Maret 2012 - 14:44

Anggota Majma Jahani Ahlul Bait As tersebut, tidak hanya mendakwahkan Islam di negerinya, namun juga melakukan perjalanan dakwah di beberapa Negara Eropa lainnya dan juga berkali-kali menjadi pembicara dalam beberapa konferensi-konferensi Internasional.

Menurut Kantor Berita ABNA, kesyahidan Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Abdullah Al Dahdoh, salah seorang anggota Majma Jahani Ahlul Bait as dan imam shalat jama'ah Masjid Imam Ridha kota Brussel ibu kota Belgia melahirkan kedukaan yang sangat mendalam bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan namun juga seluruh pecinta dan teman-teman dekat beliau. Kantor Berita ABNA merasa perlu untuk menuliskan secara singkat biografi dan riwayat hidup pejuang Islam ini. Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Abdullah Al Dahdoh adalah warga asli dan lahir di Negara Belgia, setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada jurusan Ilmu Sains di Belgia, ia tertarik untuk lebih mendalami Islam dan ajaran Ahlul Bait dengan berhijrah ke Iran dan menimba ilmu di Hauzah Ilmiyah Qom, Iran pada tahun 1981. Sepulang dari menimba ilmu pada jurusan Fikih dan Ma'arif Islam, ia mendirikan yayasan Islam dan masjid Imam Ridha As di Brussel ibu kota Belgia, yang kemudian menjadi tempat ia mengajarkan ilmu-ilmu keislaman yang telah dipelajarinya. Tidak hanya sekedar memimpin Yayasan dan mengasuh jama'ah masjid yang berjumlah kurang lebih 200 orang, beliau juga menulis berjilid-jilid buku-buku keislaman yang sangat diminati bukan hanya kaum muslimin di Belgia namun juga dari kalangan non muslim. Beliau juga menerjemahkan beberapa buku karya ulama Iran dalam bahasa Perancis yang juga tidak kurang peminatnya. Anggota Majma Jahani Ahlul Bait As tersebut, tidak hanya mendakwahkan Islam di negerinya, namun juga melakukan perjalanan dakwah di beberapa Negara Eropa lainnya dan juga berkali-kali menjadi pembicara dalam beberapa konferensi-konferensi Internasional. Konferensi Internasional yang terakhir beliau ikuti adalah pertemuan kelima tokoh-tokoh dan pemikir Islam di Teheran tahun ini dan sempat bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Sayyid Ali Khamanei ra. Perjalanan terakhir beliau keluar negeri adalah ke Irak untuk berziarah ke makam Sayyidussyuhada Imam Husain as. Dan riwayat perjalanan kehidupan beliau berakhir pada Senin (12/3) menjelang shalat maghrib. Ketika hendak memimpin shalat, ia harus meregang nyawa oleh serangan bersenjata kelompok yang mengklaim diri menganut mazhab paling Islami.