Menurut Kantor Berita ABNA, Faksi Hamas dan Fatah dalam pertemuan di ibukota Qatar pada hari Ahad (5/2) sepakat untuk mempercepat pelaksanaan pemilu presiden dan legislatif, kata seorang pejabat kepada AFP.
Pemimpin Otorita Ramallah Mahmud Abbas dan Ketua Biro Politik Hamas Khaled Meshaal bertemu untuk mengeksplorasi pembentukan pemerintahan sementara Palestina, yang akan mengawasi persiapan pemilu dan mendiskusikan implementasi kesepakatan rekonsiliasi.
"Kita sepakat tentang pentingnya menggelar pemilu dengan cepat dan menghapus semua hambatan yang mungkin menunda pemilu," kata juru bicara Fatah, Azzam al-Ahmad, yang menyertai Abbas di Doha.
"Pembicaraan, yang dimediasi oleh Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, berlasung positif dan kedua belah pihak mencapai kesepakatan mengenai semua masalah besar tentang perjanjian rekonsiliasi, termasuk pembentukan pemerintahan transisi," jelasnya.
Menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita resmi Qatar (QNA), kedua pihak juga membahas perundingan kompromi yang macet dengan Israel.
Ahmad mengatakan para pemimpin Hamas dan Fatah akan melanjutkan pembicaraan mereka pada Senin (6/2).
Menurut ketentuan kesepakatan rekonsiliasi yang ditandatangani oleh Hamas dan Fatah pada bulan April 2011, pemilihan parlemen dan presiden akan diselenggarakan pada bulan Mei 2012. Namun, pelaksanaan kesepakatan itu telah tertunda beberapa kali meskipun kedua pihak terlibat pertemuan. Pemilu terakhir Palestina diadakan pada tahun 2006.
Sumber: IRIB Indonesia