Menurut Kantor Berita ABNA, pimpinan Majma' Jahani Ahlul Bait berkata, "Kami mengundang Rektor Al-Azhar dan pemimpin partai pemerintah Tunisia, Rashid Al-Ghannushi ke Iran dan kami sedang menunggu jawaban mereka."
Hal tersebut disampaikan Hujjatul Islam Akhtari dalam sambutanya pada Muktamar Majma' Jahani Ahlul Bait ke-lima Senin lalu.
Akhtari dalam pertemuan tersebut menyampaikan pencapaian cemerlang organisasi yang dipimpinnya ini dan berkata, "Keikutsertaan organisasi ini dalam mengeluarkan sikap resmi dan turut membantu di beberapa negara untuk membela pengikut Ahlul Bait, ini adalah satu pencapaian yang paling penting."
Beliau menyatakan bahwa musuh Islam dapat dibagi menjadi dua, musuh yang tam,pak dan musuh yang tersembunyi. Menurut Akhtari, "Sejak beberapa minggu ini, pergerakan anti Islam sangat aktif dan banyak menghina pemimpin besar Islam seperti Rasulullah saww dalam dunia hari ini."
Akhtari menegaskan, "Dengan serangan dan situasi ini, kita hendaklah lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan tabligh dan dakwah serta memeperkenalkan Islam dengan lebih baik. Dalam cara ini, kita hendaklah memberi dakwah berdasarkan bahasa orang yang menjadi obyek dakwah tersebut serta memberi penjelasan menurut pemahamannya. Dalam metodologi ini, banyak sumber perlu diterjemahkan dalam berbagai bahasa."
Beliau menambahkan, "Kami di Bidang Penelitian Majma' Jahani Ahlul Bait telah menerjemahkan beberapa sumber lebih dari 40 bahasa. Namun kita hendaklah memberi dukungan dan dana yang lebih untuk itu."
Pimpinan Majma' Ahlul Bait menambahkan, “Salah satu kewajiban organisasi ini adalah menguatkan kedudukan pengikut Ahlul Bait di seluruh dunia. Kami berpesan kepada pengikut Ahlul Bait di seluruh dunia supaya membentuk persatuan dan saling berhubungan secara sistimatik."
Beliau menambahkan, "Organisasi ini adalah milik semua umat Syiah sedunia, karenanyakeberadaan organisasi ini harus dimanfaatkan untuk menjaling komunikasi dan keeratan satu sama lain.”
“Sekarang lebih lima puluh negara telah mendaftarkan beberapa yayasan dan organisasi secara resmi sebagai yayasan Ahlul Bait yang berada dibawah naungan kami." Tambahnya.
Hujjatul Islam Akhtari turut menganggap tanggungjawab lain Majma' Ahlul Bait adalah membela kepentingan seluruh umat Islam yang 1,5 milyar jiwa banyaknya di 56 buah negara. Kata beliau, "Umat Islam di seluruh dunia diberi hak yang sangat minim di kalangan masyarakat umat manusia antar bangsa. Bahkan sampai saat ini tidak ada tempat untuk Islam dan umat Islam di dalam PBB."