Menurut Kantor Berita ABNA, para demonstran Bahrain yang juga melibatkan ratusan perempuan dalam lanjutan aksinya menuntut perubahan dalam negerinya masih terus memenuhi badan-badan jalan utama di negeri itu. Mereka membakar simbol-simbol pemerintahan Bahrain sebagai ungkapan rasa kesal dan marah mereka.
Pihak keamanan Bahrain yang tetap berusaha mempertahankan rezim Ali Khalifah dibantu tentara bayaran dari Arab Saudi menyerang para demonstran secara membabibuta untuk membubarkan aksi para demonstran. Beberapa demonstran perempuan dari aksi pihak keamanan tersebut mengalami luka-luka. Rakyat revolusioner Bahrain masih tetap pada pendirian mereka, perubahan harus terjadi di Bahrain.