Menurut Kantor Berita ABNA, DR. Syaikh Ahmad al Tayyib dalam satu pernyataan yang disebarkan melalui Dewan Syura Tertinggi Al-Azhar meminta Negara-negara Arab di Teluk Persia untuk mendengar tuntutan-tuntutan rakyat dan mengadakan dialog secara terbuka bersama mereka.
Beliau menegaskan, "Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Bahrain sangat menggores hati umat Islam dan menyebabkan kita turut berbela sungkawa."
Syaikh Al Azhar menganggap tindakan pemerintah Kerajaan Bahrain dalam upayanya menghentikan aksi damai rakyatnya telah mengobarkan fitnah mazhab dan diskriminasi. Beliau berkata, "Nabi saww telah memberikan peringatan keras terhadap akibat-akibat yang ditimbulkan dari fitnah memecah belah umat ini."
Mengenai usaha rezim Zionis dan Barat untuk turut campur dengan urusan dalam negeri Negara-negara kawasan, beliau mengatakan, “Dengan memanfaatkan perselisihan antara mazhab dan krisis masyarakat, Negara-negara adi kuasa mencoba mencari jalan untuk memasukkan pengaruhnya."
Syaikh Al-Azhar mengeluarkan pernyataan tersebut setelah beberapa kali mendukung campurtangan militer Arab Saudi ke Bahrain. Beliau pernah menyatakan campur tangan militer Arab Saudi tersebut tidak ada kaitan dengan perbedaan mazhab sambil berkata, “Tindakan ini bertujuan menetapkan keamanan antara negara-negara teluk Persia dan perlu dihormati”.