21 Juli 2011 - 19:30

Aksi damai malam hari masyarakat untuk memprotes penindasan pemerintah. Permintaan kelompok revolusioner 14 Februari pada kelompok oposisi. Masyarakat Bahrain mengharap para penolong Bahrain sejati. Negosiasi yang dilakukan tidak menjawab harapan masyarakat Bahrain. Peranan keluarga Ali Khalifah dalam penganiayaan masyarakat Bahrain.

Menurut Kantor Berita ABNA, dengan undangan rakyat Bahrain yang tetap setia untuk melakukan pertemuan besar pada hari Jumat diperkirakan aksi ini akan menjadi aksi terbesar, kebengisan dan pembunuhan masyarakat tak berdosa Bahrain pasti akan menguntit aksi besar ini, walau demikian satu hal yang menjadi harapan dan penyemangat adalah semakin kuatnya persatuan dari masyrakat Bahrain dalam menentang Ali Khalifah begitu juga semangat mereka untuk terus berdiri demi menggapai tujuan mereka. Berikut adalah laporan kejadian yang terjadi pada hari Rabu 20 Juli 2011.

Aksi damai malam hari masyarakat Bahrain menentang penindasan pemerintah.

Malam sebelumnya masyarakat Bahrain berdoyong-doyong melakukan aksi damai mereka. Aksi tersebut ditujukan untuk memprotes berbagai penindasan pemerintahan Ali Khalifah.

Masyarakat di kawasan Al-dair Karbabad, Karzkan, Abu Shabi’, dan Sanabas bersama-sama turun kejalan. Dalam kesempatan aksi kali ini mereka memprotes penindasan pemerintah dan pemecatan para pekerja. Mereka juga menyerukan agar pihak-pihak asing tidak diberi kesempatan turut campur dalam arena politik negara itu. Menanggapi aksi ini pasukan Ali Khalifah menembakkan peluru air mata dan juga tembakan peluru tumpul.

Tuntutan kelompok 14 Februari pada kelompok-kelompok oposisi

Setelah pengusiran kelompok Nasional Islam Wafak Bahrain dari Negosiasi perbaikan Negara. Kelompok 14 Februari Bahrain dalam dialog dengan kelompok Ali Khalifah meminta agar kelompok Nasional Islam Wafak keluar dan bergabung dengan masyarakat.

Orang-orang Bahrain mengharapkan adanya para penolong Negara Bahrain sejati.

Persatuan sindikat pekerja Bahrain mengumumkan bahwa sejak akhir bulan Maret tahun 2011 sampai sekarang dengan program pengusiran pekerja dalam 164 perusahaan bagian khusus dan milik pemerintah telah mengusir kurang lebih dua ribu orang.

Berita resmi menunjukkan bahwa setiap warga Bahrain pada umumnya terdiri dari 6 orang anggota keluarga. Ini berarti bahwa pengusiran warga dari pekerjaan mereka telah menelantarkan 12 ribu warga Bahrain lainnya. Sampai sekarang belum ada kejelasan bagi ribuan orang yang kini tidak memiliki pekerjaan tersebut. Hal ini tidak terlepas dengan permasalahan politik, ekonomi dan juga masalah hak-hak masyarakat.

Berita berkaitan pemecatan para pekerja akan disampaikan Persatuan Seluruh Sindikat Pekerja Bahrain dalam waktu dekat.

Persyerikatan ini menyatakan bahwa data statistik yang ada menunjukkan gambaran yang sangat mengkhawatirkan dalam hal ini.

Negoisasi masyarakat Bahrain dengan Pemerintah tidak bisa menjawab harapan masyarakat.

Mantan anggota parlemen Bahrain dengan mengisyaratkan pada harapan asli masyarakat yaitu adanya pembentukan pemerintahan mandiri berdasarkan pemilihan umum berkata, “ Dalam dialog yang dilakukan Ali Khalifah tidak memberi perhatian pada apa yang diinginkan masyarakat”.

Sekaitan dengan tema pembahasan yang diangkat dalam dialog itu dia memaparkan. Pada dasarnya masalah pembentukan pemerintahan demokratis dan berbagai hal yang diinginkan masyarakat sudah diungkap dalam dialog itu tapi dalam aplikasinya hal-hal itu tidak dianalisa secara terperinci. Jadi hanya sekedar disinggung sehingga tampak bahwa tema-tema tersebut sudah dibawa dalam dialog walaupun kenyataannya tidak dibahas secara tuntas.

Dia juga telah meminta pembebasan orang-orang yang sudah ditangkap. Dia menambahkan bahwa pemecatan para pekerja didasarkan pada warna madzhab tertentu, pada madzhab itu mereka memberi perlakuan yang berbeda.

Mantan anggota parlemen ini dikarenakan dalam dialog tidak disinggung masalah para tahanan mengingatkan bahwa pembebasan sebagian orang tidak berarti pembebasan secara politis.

Dia berkata, “ Jika pemerintah memang ingin membebaskan para tahanan maka orang-orang penting seperti Hasan Musyama, Syaikh Abdul Jalil Miqdad, Syaikh Abdul Wahab, Ustad Ibrhaim Syarif harus dilepaskan, terlebih Ustad Ibrahim Syarif adalah pimpinan masyarakat Wa’d dimana kelompok ini adalah bagian dari peserta dialog."

Peranan keluarga Ali Khalifah dalam penyiksaan para tahanan.

Pimpinan utama pembelaan hak-hak asasi manusia Bahrain menjelaskan bahwa sebagian anggota keluarga Ali Kahlifah ada yang secara langsung membunuh dengan tangan mereka sendiri. Mereka juga turut serta dalam penyiksaan pada masyarkat, hal ini menjadi salah satu sebab mengapa masyarakat semakin bersemangat untuk meruntuhkan pemerintahan Ali Khalifah.

Nabil Rajab menjelaskan, “ Ali Khalifah secara langsung menempatkan keluarga Hakim dihadapan masyarakat sehingga bisa menyiksa mereka semaunya.”

Dia menambahkan bahwa hal itu menjadikan semkain lebarnya juarang pemisah antara keluarga Hakim dengan masyarakat, dan masyarakat semakit kuat keinginginannya untuk menggeser pemerintahan Ali Khalifah.

Nabil Rajab dalam hubungannya dengan organisasi hak asasi manusia berkata, “ Ini adalah laporan terkait kekurangan perhatian pada hak-hak asasi manusia oleh Ali Khalifah, gambaran masalah itu adalah adanya pelarangan warga yang terluka untuk masuk ke Rumah sakit dan juga pelarangan beberapa dokter dan perawat untuk masuk ke Rumah sakit.

Nabil menerangkan bahwa tindakan yang dilakukan Ali Khalifah pada rumah-rumah sakit yang ada sebagai suatu tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ali Khalifah tidak mengindahkan berbagai peringatan yang diberikan oleh PBB. Sekarang kita juga melihat bahwa pimpinan organisasi pembela hak-hak asasi manusia yang kini bertugas sebagai pimpinan dinas kebersihan menjadi salah satu pihak yang membela Ali Khalifah. Dia juga menyinggung bahwa Ali Khalifah tidak memiliki sedikitpun niat untuk melakukan perbaikan atas keadaan yang ada. Ali Khalifah sampai sekarang masih terus mencari-cari dokter dan perawat tertentu untuk kemudian dikeluarkan dari tempat-tempat kerja mereka.

Rajab menilai bahwa pembebasan sebagian orang hanya untuk mengambil perhatian semata karena mereka tidak lepas begitu saja dan mereka bisa dihukum kapan saja Ali Khalifah menginginkan.(*)