15 Mei 2011 - 19:30

Perbuatan asusila kepada para wanita Bahrain terus berlanjut. Perusakan tempat-tempat ibadah dan juga tempat yang disucikan lainnya terus dilakukan. Pengusiran perawat-perawat Bahrain dan penarikan perawat lain dari Filipina. Melihat pembakaran Qur’an dan perusakan masjid, apakah Bahrain bisa disebut sebagai sebuah negara Islam?

Menurut Kantor Berita ABNA, walau perlakuan tidak manusiawi terus ditimpakan atas mereka, rakyat Bahrain masih kukuh dengan pendirian mereka. Mereka meyakinkan semua pihak bahwa yang mereka perjuangkan adalah kebenaran. Hari Jumat mereka telah sepakat untuk melakukan aksi bersama untuk kesekian kalinya.

Aksi demo bersama rakyat Bahrain pada hari Jum’at.

Berita terkait pengadaan aksi ini disampaikan oleh Persatuan Pemuda Revolusioner Bahrain dan menamakan Jumat tersebut sebagai Jumat suci. Organisasi ini kembali menyerukan agar Ali Khalifah segera menyerah dan para wanita yang dipenjara untuk dibebaskan.

Tindakan asusila pada para wanita Bahrain terus berlanjut.

Nabil Rajab pimpinan pusat organisasi Hak Asasi manusia Bahrain meminta secara serius pada para pejabat Bahrain agar memberi perhatian dan meneliti secara lebih serius atas kasus tindak asusila pada seorang siswi yang dilakukan oleh anggota pasukan Ali Khalifah.

Nabil Rajab berkata, “Segala bentuk tidak adanya perhatian pada kasus ini atau misalnya jika diupayakan untuk mengingkari atau menutup-nutupi permasalahn ini. Dengan cara memberikan tekanan pada mereka atau teror pada para keluarga akan berbuah hilangnya kepercayaan masyarakat pada pasukan keamanan Bahrain.”

Perusakan tempat-tempat Ibadah dan tempat-tempat suci terus berlanjut.

Berbagai media massa Timur Tengah dan kawasan Arab mengabarkan bahwa perusakan yang dilakukan pasukan Ali Khalifah di Bahrain masih terus berlanjut.

Dari sumber berita tersebut disebutkan bahwa tempat ibadah yang terletak di wilayah selatan Bahrain telah dirusak dengan sempurna oleh pasukan Ali Khalifah.

Terbukanya sebuah rahasia di Bahrain.

Seorang ahli politik Bahrain telah menyatakan bahwa banyak sekali orang-orang yang di siksa pasukan keamanan terluka dan akhirnya meninggal, dan untuk menghilangkan jejak-jejak penyiksaan ini mayat-mayat korban itu dikuburkan dengan cepat.

Karim Mahsus menerangkan, “Para pejabat Bahrain cukup dibuat pusing karena setelah mundurnya pasukan Arab Saudi dan berubahnya keadaan yang ada tercipat kondisi politik baru di Negara Bahrain.”

Dia menambahkan, “Pejabat Bahrain seperti Hamid bin Isa Ali Khalifah raja dari Negara ini sudah berusaha untuk mengontrol kondisi ini semaksimal mungkin menghadapi adanya perubahan kondisi secara drastis selepas kemunduran pasukan Ali Su’ud dari Bahrain. Hal inilah yang mampu memaksa raja Bahrain untuk diadakan pemilihan umum 18 anggota Parlemen."

Dengan mengisyaratkan berbagai upaya pencegahan gerakan masyarakat yang begitu sadis oleh pemerintah Ali Khalifah dia berkata, “Raja Bahrain mengakui bahwa dia sendirilah yang mengatur semua itu berikut detail-detailnya. Hal ini adalah salah satu bentuk pengakuan atas tindak kejahatan yang telah dia lakukan.”

Kembali Mahrus menjelaskan bahwa raja Bahrain menyatakan bahwa upaya penggunaan pasukan keamanan sudah tidak ada manfaatnya lagi. Disatu sisi semua pembunuhan, penyiksaan, dan berbagai tindakan pada masyarakat Bahrain yang ia lakukan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Alasannya bahwa berbagai sumber berita Internasional tidak sedikit yang telah merekam berbagai berita mengenai hal itu. Sebuah tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia.

Terakhir dia menjelaskan bahwa bekas-bekas penyiksaan rezim Khalifah dengan jelas dapat dilihat pada jasad Syahid Shaqar dan gambarnya pun bisa didapatkan tapi walau demikian organisasi-organisasi internasional masih juga berdiam diri.

Pengusiran perawat-perawat Bahrain dan panggilan perawat dari Filipina.

Petinggi Bahrain setelah mengeluarkan para perawat laki-laki dan perempuan Bahrain yang sebelumnya ikut dalam aksi demonstrasi kini berupaya mendatangkan perawat-perawat dari Filipina.

Salah satu berita Harian Bahrain dengan menukil Berita dari Harian Filipina menulis. Duta Luar Negeri Bahrain meminta Manila untuk mengirimkan perawat yang dibutuhkan ke Negara Bahrain.

Fathimah Balusi Mentri urusan Kesehatan pemerintahan Rezim Bahrain akan melakukan diplomasi dengan kedutaan Besar Filipinan untuk membahas pengiriman para perawat laki-laki dan perempuan dari Filipina tersebut. Dia menjelaskan hal itu dilakukan karena sebagian besar perawat Bahrain menjadi orang-orang yang merawat para penentang pemerintah yang kemudian dicekal dan akhirnya dipecat dari pekerjaan tetap mereka.

Apakah Bahrain sebuah Negara Islami?

Pimpinan organisasi Internasional pemerangi pelari dari hukuman dengan mengisyaratkan dengan berbagai protes yang sudah dilayangkan terkait tindak kejahatan yang dilakukan Ali Khalifah berkata, “Pengiriman tim khusus yang dilakukan Ali Khalifah ke Dewan Mahkamah Internasional untuk membela dirinya dari berbagai protes yang sudah dilontarkan menunjukkan bahwa Ali Khalifah adalah seorang penakut.”

My Khunsa menekankan, “Bentuk protes yang sudah dilancarkan ke Haque adalah sebuah kemengan karena tanggapan raja Bahrain yang begitu cepat dalam kasus ini menjadi alasan kebenaran protes yang sudah diberikan dan juga nilai serius dari masalah ini.

Dia mengingatkan, “ Mark pimpinan analisa dalam Mahkamah Haque atas tindak kejahatan pembunuhan beruntun dan pemotongan keturunan yang dilakukan Ali Khalifah tidak bisa dirubah sama sekali. Dan juga tidak bisa digugat lagi.

K